Breaking News:

Penjual Mie Tek-tek Ditemukan Tak Bernyawa, Tubuhnya Dipenuhi Belasan Luka Tusuk Senjata Tajam

Rahmat alias Riko (24), penjual mie tek-tek ditemukan tewas dengan kondisi sekujur tubuh dipenuhi luka tusuk senjata tajam (sajam).

Sriwijaya Post/Welly Hadinata
Jasad Rahmat alias Riko (24) yang menjadi korban kasus pengeroyokan ketika dijemput pihak keluarga di Kamar Jenazah RS Bhayangkara Palembang, Minggu (11/11/2018). SRIWIJAYA POST/WELLY HADINATA 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Welly Hadinata

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Rahmat alias Riko (24), penjual mie tek-tek yang biasa mangkal di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, ditemukan tewas dengan kondisi sekujur tubuh dipenuhi luka tusuk senjata tajam (sajam).

Korban Riko ditemukan warga dengan kondisi terkapar di kawasan Lorong Sungai Tawar 3 Kelurahan 29 Ilir Kecamatan IB II Palembang, Minggu (11/11/2018) dini hari.

Dari informasi dihimpun Sriwijaya Post, korban Riko diduga tewas akibat ditusuk sajam oleh pelaku yang diduga dikenal korban Riko di lokasi kejadian.

Pada sekujur tubuh korban bagian punggung dan badan, dipenuhi luka sajam sebanyak 19 lubang.

Warga sekitar mendadak heboh dan melaporkannya ke polisi.

"Riko ini aslinya dari Lubuklinggau dan sudah setengah tahun jualan mie tek-tek di BKB. Kami tidak tahu apa penyebab Riko meninggal dunia, kami dapat bahwa Riko ditujah (ditikam) orang dan kata dokter luka tusuknya ada sebanyak 19 lubang," ujar Fa'i (43), paman korban, ketika dikonfirmasi di Kamar Jenazah RS Bhayangkara Palembang.

Baca: Jenazah Rudolf Petrus Sayerz Korban Lion Air Tiba di Rumah Duka, Para Pelayat Hibur Sang Istri

Fa'i mengatakan, sekitar beberapa minggu lalu korban sempat bercerita pernah ribut dengan orang lain karena masalah sering dimintai uang saat berjualan di BKB.

"Riko pernah cerita sering dimintai uang oleh orang lain di BKB, tapi dikasih terus sebesar lima ribu dan 10 ribu. Pernah waktu itu Riko sempat berkelahi karena sering dimintai uang, tapi setelah itu berjualan seperti biasa," ujar Fa'i.

Sementara itu menurut Juwina (50) mertua korban mengatakan, korban semasa hidupnya sama sekali tidak banyak ulah.

Halaman
12
Penulis: Welly Hadinata
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved