Gempa di Sulteng

Wapres Jusuf Kalla Sempatkan Sambangi Kamp Garuda PMI di Sulteng

Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia ini menyempatkan diri mengunjungi kamp relawan Palang Merah Indonesia

Wapres Jusuf Kalla Sempatkan Sambangi Kamp Garuda PMI di Sulteng
TRIBUN/DANY PERMANA
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) melakukan konferensi pers bersama Sekjen PBB Antonio Guterres (dua kiri), CEO World Bank Kristalina Georgieva (dua kanan), dan Ketua BNPB Willem Rampangiley (kanan) usai meninjau kawasan Balaroa yang hancur karena Gempa di Palu, Jumat (12\10\2018). Pemerintah secara resmi memulai masa Tanggap Darurat tahap II selama 14 hari ke depan, dan akan fokus pada penanganan pengungsi, pemulihan ekonomi, dan perbaikan insfrastruktur. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan kunjungan kerja di Palu Sulawesi Tengah untuk memimpin rapat koordinasi penanganan pascabencana dan meninjau kondisi hunian bagi warga korban bencana, pada Minggu (11/11/2018).

Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Palang Merah Indonesia ini menyempatkan diri mengunjungi kamp relawan Palang Merah Indonesia.

Baca: Relawan Angkat Kendaraan yang Terperosok Akibat Likuefaksi di Palu

"Terimakasih relawan. Terimakasih Palang Merah Italia dan Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) atas kerjasamanya," ujar Jusuf Kalla dalam keterangan pers yang diterima.

Sementara itu, Kepala Divisi Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia Pusat, Arifin Muhadi mengatakan, prototipe hunian sementara yang berada didepan camp, nantinya akan dikembangkan Palang Merah Indonesia di 8 titik pengungsian.

"Huntara ini nantinya akan dibangun oleh relawan Palang Merah Indonesia, dengan ukuran 6 x 3 meter, dengan 2 ruang terdiri ruang tamu dan ruang tidur. Direncanakan sebanyak 2.341 unit," kata Arifin.

Baca: Kemenristekdikti Dorong Kampus di Palu Digabung

Hingga saat ini, kata Arifin, Palang Merah Indonesia masih mendistribusikan air bersih, tandon air, hygiene kit, family kit, school kit, kelambu, selimut, terpal, kelambu, dan baby kit.

"Juga pelayanan kesehatan, dukungan psikososial, dan pemulihan hubungan keluarga. "Pelayanan itu dilakukan 512 orang yang bertugas di Palu, Sigi dan Donggala," jelas Arifin.

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved