BKSDA Aceh Ambil Sampel Organ Gajah di Meureudu untuk Mengetahui Penyebab Kematiannya

Tim medis Badan konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh telah mengambil sampel organ gajah jantan yang mati di Krueng Tinjee Gampong Blang Aw.

BKSDA Aceh Ambil Sampel Organ Gajah di Meureudu untuk Mengetahui Penyebab Kematiannya
Istimewa
Tim medis dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh mengambil beberapa bagian organ dalam gajah yang telah mati di kawasan Krueng Tinjee Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Kamis (15/11/2018) petang. 

TRIBUNNEWS.COM, MEUREUDU - Tim medis Badan konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh telah mengambil sampel organ gajah jantan yang mati di Krueng Tinjee Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya sejak Kamis (15/11/2018).

Hasil autopsi untuk mengetahui penyebab kematian gajah tersebut akan diketahui sebulan ke depan atau akhir Desember 2018.

Ketua Tim Medis BKSDA Aceh, Drh Rosa Rika Wahyuni MSi kepada Serambi, Jumat (16/11/2018) mengatakan telah mengambil beberapa bagian organ dalam tubuh gajah jantan yang telah mati beberapa hari lalu.

Jenis sampel organ bagian dalam yang diambil itu berupa jantung, paru-paru, ginjal, usus, dan limpa.

Menurut Rosa, semua bagian yang diambil sampel tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan pengkajian secara detail atas kematian binatang yang berjuluk Poe Meurah tersebut.

Lazimnya penyebab kematian gajah aka diketahui setelah satu bulan kemudian, sehingga saat ini belum dapat dipastikan penyebab kematian gajah muda itu.

Disebutkan, sebagian kondisi organ gajah telah hancur dan lainnya telah membusuk dan meleleh.

"Kepastian penyebab kematian gajah ini dipastikan setelah hasil laboratorium keluar," jelasnya.

Baca: Sejumlah Luka di Tubuh Harimau Sumatera yang Terjebak di Kolong Ruko Diduga Bekas Jeratan

Sebelumnya, kematian gajah di Krueng Tinjee Gampong Blang Awe, telah diketahui oleh tim relawan Polhut Aceh asal Pijay, Miswar sejak Senin (12/11/2018) malam Krueng Tijee Blang Awe sekira pukul 21.30 WIB.

"Esoknya, Rabu (13/11/2018) saya langsung memastikan dan ternyata benar ada seekor gajah jantan usia sekitar 10 atau 11 tahun telah mati yang diperkirakan sejak sepekan lalu," jelasnya.

Mengetahui kondisi itu, dia langsung menghubungi langsung rekan dari BKSDA dan mengirimkan foto kondisi terakhir binatang berbelalai yang telah mati di pinggiri Sungai Krueng Tinjei.

"Dari amatan di lokasi, gadingnya tidak ada lagi dan tim BKSD langsung menuju lokasi guna melakukan autopsi," katanya.(c43)

Artikel ini telah tayang di Serambinews.com dengan judul BKSDA Ambil Sampel Gajah

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved