Gempa di Sulteng

Kemendikbud Siapkan Tunjangan Khusus 76,2 Miliar untuk Guru Pascagempa di Sulawesi Tengah

“Kita ingin kebangkitan Sulawesi Tengah ini lebih cepat, khususnya untuk pemulihan kegiatan pembelajaran di sekolah," kata Muhadjir Effendy

Kemendikbud Siapkan Tunjangan Khusus 76,2 Miliar untuk Guru Pascagempa di Sulawesi Tengah
Dok Humas Kemendikbud RI
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengunjungi ruang kelas darurat paska bencana gempa bumi di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Sabtu (17/11/2018) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, PALU - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali mengunjungi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Sabtu (17/11/2018).

Pada kesempatan apel pagi "Anak Sulteng Bangkit Lebih Besar", Muhadjir Effendy menyampaikan terkait percepatan pemulihan kegiatan belajar mengajar pasca gempa bumi di beberapa wilayah di provinsi Sulawesi Tengah.

Baca: Gempa Hari Ini Jumat 16 November 2018, BMKG Catat 9 Kali Gempa Terjadi, Goyang Mamasa dan Palu

“Kita ingin kebangkitan Sulawesi Tengah ini lebih cepat, khususnya untuk pemulihan kegiatan pembelajaran di sekolah. Komitmen ini dengan didukung oleh berbagai pihak terkait pemulihan kembali pendidikan di Sulteng semakin menguatkan keyakinan bahwa anak-anak Sulteng akan bangkit lebih hebat,” tutur Muhadjir Effendy dalam keterangannya.

Pemulihan proses belajar mengajar di sekolah, kata Muhadjir Effendy, tidak terlepas dari peran guru.

Untuk meringankan beban guru yang juga terdampak bencana, Kemendikbud menyiapkan tunjangan khusus.

Tunjungan itu sebesar Rp 76,2 miliyar untuk 15.080 guru di empat kabupaten, yakni Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong.

Tunjangan khusus tersebut diserahkan secara simbolis buku tabungan kepada 200 guru saat Apel Pagi.

“Para guru saya harap tidak patah semangat dalam menjalankan tugas mengajar dan mendidik siswa. Saya yakin para guru di Sulteng mampu memompa semangat murid-muridnya untuk belajar dan melompat lebih tinggi menggapai cita-cita,” kata Muhadjir Effendy.

Selain itu, Kemendikbud juga menyerahkan bantuan alat-alat sekolah (School Kit) 40.000 paket, yang terdiri dari tas, seragam sekolah, dan alat tulis.

Pendistribusian alat sekolah tersebut akan dibagikan sesuai dengan jenjang pendidikan (SD, SMP. SMA. SMK, dan SLB).

Baca: Tinjau Penanangan dan Pemulihan Bencana, Jusuf Kalla Kunjungi Sulawesi Tengah

“Mari kita teruskan kerja keras kita untuk Palu Bangkit. Kita harus bergerak bersama-sama untuk kebangkitan dan kemajuan Sulteng. Sulteng Bangkit Lebih Hebat!,” ujar Muhadjir Effendy.

Untuk diketahui, total bantuan Kemendikbud per-tanggal 15 November 2018 sebesar Rp 346,2 miliar.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved