Debu Gunung Anak Krakatau Hujani Pulau Sebesi, Warga Butuh Masker

Suara dari dentuman letusan kawah GAK bahkan terdengar hingga ke pulau Sebesi.

Debu Gunung Anak Krakatau Hujani Pulau Sebesi, Warga Butuh Masker
Dokumentasi Pokdarwis Pulau Sebesi
Aktivitas Gunung Anak Krakatau 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Dedi Sutomo

TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG  – Meski warga desa Tejang Pulau Sebesi dalam tiga hari terakhir diselimuti oleh debu dari aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK), hingga saat ini belum ada bantuan masker kepada warga.

“Kalau dari puskesmas belum ada pembagian masker kepada warga,” terang Umar warga desa pulau Sebesi kepada tribun, senin (19/11).

Untuk mengurangi dampak terhirupnya debu GAK, warga pun menggunakan penutup hidung dari slayer (bub) atau kain.

Warga sendiri berharap ada bantuan masker bagi warga.

Mengingat hingga hari ini, desa Tejan di pulau Sebesi masih dihujani debu dari aktivitas GAK yang dalam beberapa hari terakhir kembali menunjukan geliatnya.

Baca: Diduga Bawa Kabur Anak Selama 7 Bulan, Wanita asal Sumatera Barat Diciduk di Lampung Timur

“Kalau ada bantuan masker kita sangat membutuhkan itu,” terang Andi warga lainnya.

Menurut Umar dan Andi, peningkatan aktivitas GAK bahkan terdengar dari pulau Sebesi yang merupakan pulau berpenghuni terdekat dengan gunung api yang berada di perairan selat Sunda itu.

Menurut keduanya, suara dari dentuman letusan kawah GAK bahkan terdengar hingga ke pulau Sebesi.

Peningkatan aktivitas ini teramati sejak Kamis (15/11) kemarin.

“Kalau debunya dibawa angin. Karena arah angin ke selatan, dari GAK ke arah pulau Sebesi, ujar Umar.

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved