Jadikan Rumah Aspirasi Embrio Lahirnya Gagasan dan Kerja Nyata Pembangunan

Melalui Rumah Aspirasi, hubungan resiprokal akan membawa banyak manfaat baik bagi dirinya sebagai anggota DPR RI dan rakyat sebagai konstituen

Jadikan Rumah Aspirasi Embrio Lahirnya Gagasan dan Kerja Nyata Pembangunan
dpr.go.id
Bambang Soesatyo 

TRIBUNNEWS.COM, BANJARNEGARA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo bertekad menjadikan Rumah Aspirasi Bambang Soesatyo di Banjarnegara bukan hanya sebagai jembatan antara rakyat dengan dirinya.

Tetapi, juga sebagai embrio lahirnya gagasan dan kerja nyata dalam pembangunan.

Melalui Rumah Aspirasi, hubungan resiprokal akan membawa banyak manfaat baik bagi dirinya sebagai anggota DPR RI dan rakyat sebagai konstituen serta bagi pertumbuhan reformasi dan demokrasi.

"Sejak tahun 2014, saya sudah dirikan Rumah Aspirasi yang dipusatkan di Purbalingga sebagai tempat menampung berbagai kritik, saran, dan gagasan yang datang dari konstituen Dapil VII Jawa Tengah (Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen). Karena antusiasme yang tinggi dari masyarakat, Rumah Aspirasi di Purbalingga kegiatannya sangat padat sekali. Maka saya dirikan juga Rumah Aspirasi di Banjarnegara. Karena antusiasme masyarakat harus disambut  dengan suka cita," ujar Bamsoet saat meresmikan Rumah Aspirasi Bambang Soesatyo dalam kunjungan Reses DPR RI di Banjarnegara, Senin, (19/11/2018).

Baca: Tes Kepribadian: Ungkap Karakter Seseorang Berdasarkan Ekspresi Terkejut

Hadir dalam acara tersebut Syamsudin (Wakil Bupati Banjarnegara), Jamiat Pamudji (Ketua DPD Golkar Banjarnegaga) dan jajaran pengurus DPD Golkar Banjarnegagara, jajaran pengurus PAC Golkar se-Banjarnegara, jajaran Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Banjarnegara, dan para tokoh masyarakat.

Ketua Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, berbagai aspirasi yang datang dari masyarakat akan ia perjuangkan di DPR RI agar bisa terformulasi dalam kebijakan negara. Hadirnya Rumah Aspirasi sekaligus menjadi tempat bagi rakyat menilai berbagai kinerjanya selama di DPR RI.

"Anggota Dewan zaman Now bukanlah orang yang hanya datang, duduk, diam, dan ujung-ujungnya duit. Karena rakyat sudah semakin cerdas dalam memberikan penilaian. Siapa yang tidak menghasilkan kerja nyata, jangan harap bisa kembali terpilih menjadi wakilnya," terang Bamsoet.

Selama memimpin DPR RI pada masa persidangan I Tahun Sidang 2018-2019 yang berlangsung sejak 16 Agustus-31 Oktober 2018, Politisi Partai Golkar ini tak henti terus memacu kinerja Dewan agar bisa menghasilkan Undang-Undang yang menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Ada dua RUU yang sudah disahkan dan empat RUU yang akan selesai sebelum masa bakti DPR RI periode 2014-2019 berakhir.

"Dua RUU yang sudah disahkan masing-masing mengenai kerjasama pertahanan antara Indonesa dengan Arab Saudi dan antara Indonesia dengan Kerajaan Belanda. Pengesahan tersebut akan meningkatkan peran Indonesia dalam percaturan geopolitik Internasional. Sekaligus akan meningkatkan International Defense Science Indonesia," papar Bamsoet.

Adapun empat RUU yang sedang dikebut penyelesaiannya, menurut mantan Ketua Komisi III DPR RI, antara lain RUU tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol, RUU tentang Wawasan Nusantara dan RUU tentang Kewirausahaan Nasional. Penyelesaian keempat RUU tersebut diharapkan akan menjawab berbagai kegundahan terkait hukum dan persoalan sosial yang ada di masyarakat.

"Saya sudah undang pemerintah maupun pimpinan alat kelengkapan dewan terkait yang membahas keempat RUU tersebut. Kita sepakat, walaupun tahun 2019 penuh dengan kegiatan politik, namun produktifitas legislasi yang urgent jangan sampai terbengkalai," imbuh Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN ini juga mengajak masyarakat Banjarnegara tidak terjebak dalam kampanye hitam (black campaign). Tak perlu menjelek-jelekan calon lainnya, cukup konsentrasi menangkan caleg dari Partai Golkar dan Pak Jokowi - Maruf Amin sebagai capres-cawapres yang didukung Partai Golkar.

“Masa kampanye enam bulan lebih membuka peluang pergulatan politik di lapangan menjadi sangat keras. Melibatkan emosi yang tinggi, namun hati harus tetap dingin. Para caleg dari partai lainnya, begitupun pasangan Prabowo - Sandi juga saudara kita. Tak perlu mendeskriditkan mereka. Kita harus menjadi pionir yang cerdas dalam berkampanye. Tanpa hoax, tanpa ujaran kebencian,” kata Bamsoet.

Penulis: Rachmat Hidayat
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved