Breaking News:

Pemkab Jember Gelar Sidang Isbat Nikah bagi 5.000 Pasangan Nikah Siri

Pemkab Jember menikahkan 5.000 pasangan di tahun 2018. Pasangan itu merupakan pasangan resmi secara agama atau siri,

Surya/Ahmad Zaimul Haq
ILUSTRASI SIDANG ISBAT NIKAH - Majelis Hakim mengajukan pertanyaan kepada salah satu pemohon dan saksinya saat mengikuti Sidang Isbat Nikah massal di Convention Hall, Surabaya, Kamis (28/9/2017). Sidang ini diikuti 54 pasangan suami isteri yang telah menikah siri guna mendapatkan surat nikah sebagai salah satu syarat pembuatan Kartu Keluarga (KK). 

TRIBUNNEWS.COM, JEMBER - Pemkab Jember menikahkan 5.000 pasangan di tahun 2018.

Pasangan itu merupakan pasangan resmi secara agama atau siri, namun belum tercatat secara resmi dalam dokumen pernikahan negara, baik KUA atau Catatan Sipil. Para pasangan itu dinikahkan kembali melalui sidang isbat nikah.

Bupati Jember Faida mengatakan program isbat nikah itu sudah digelar sejak dua bulan lalu.

"Sampai akhir 2018, kami nikahkan 5.000 pasangan. Itu yang terdata di tahun ini," kata Faida, Selasa (27/11/2018).

Faida menuturkan, para pasangan itu sudah memiliki anak, bahkan juga cucu.

Dalam kondisi saat ini, orangtua yang tidak memiliki dokumen pernikahan, maka bisa merepotkan anak mereka.

"Akhirnya anak-anak itu terlahir sebagai anak mama saja. Ada bapaknya resmi, tetapi secara administrasi tidak ada. Karenanya Pemkab Jember memfasilitasi penyelesaiannya dengan sidang isbat nikah," lanjutnya.

Sidang isbat nikah dilakukan secara bergiliran di kantor kecamatan se-Kabupaten Jember.

Sebanyak 30 hakim Pengadilan Agama (PA) Jember diminta 'ngantor' ke kecamatan setiap Jumat.

Faida menyebut telah menyewa jasa para hakim itu secara khusus setiap Jumat untuk menikahkan para pasangan tersebut.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved