Breaking News:

Bupati Jepara Kaget Kasus Banpol Berujung hingga KPK

Apalagi tim dari KPK pun sampai datang dan melakukan penggeledahan di ruang kerja dan rumah dinasnya.

Editor: Eko Sutriyanto
Tribun Jateng/ Rifqi Gozali
Bupati Jepara Ahmad Marzuqi saat ditemui sejumlah pewarta di rumah dinasnya, Selasa (4/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNNEWS.COM,  JEPARA - Bupati Jepara Ahmad Marzuqi heran dan tidak menyangka kasus bantuan politik (Banpol) berujung penggeladahan ruang kerja dan rumah dinasnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Jepara itu dilaporkan pada 2016 ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah atas dugaan penyalahgunaan dana Banpol PPP pada tahun 2011 sampai 2013 sebesar Rp 79 juta.

Atas laporan tersebut, Marzuqi dan dua pengurus DPC PPP Jepara ditetapkan sebagai tersangka.

Pada tahun 2017, Marzuqi kembali terpilih saat mencalonkan diri sebagai Bupati Jepara untuk periode kedua.

Saat itu proses hukumnya di kejaksaan masih berjalan. Mendekati pelantikan, Kejati mengeluarkan Surat Pemberitahuan Pemberhentian Penyidikan (SP3) atas kasus yang menderanya.

Baca: BREAKING NEWS - KPK Geledah Ruang Kerja dan Rumah Dinas Bupati Jepara

Tidak berhenti di situ, setelah terbit SP3 dari Kejati Jawa Tengah kemudian kasusnya diprapreadilankan. Dia kalah dan kembali menyandang status tersangka.

Atas status yang dia sandang, akhirnya dia mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Semarang atas penetapan tersangka oleh Kejati. Pada praperadilan yang diajukan, hakim PN Semarang Lasito mengabulkannya.

"Kemenangan praperadilan yang saya ajukan ke PN Semarang diduga ada (penyuapan). Sehingga saya dilaporkan ke KPK," kata Marzuqi kepada sejumlah pewarta di rumah dinasnya, Selasa (4/12/2018).

Dia tidak menduga jika kasus ini berbuntut panjang. Apalagi tim dari KPK pun sampai datang dan melakukan penggeledahan di ruang kerja dan rumah dinasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved