Breaking News:

36 Tahun Amati Gunung Merapi, Sunarto Rela Korbankan Diri Hadapi Erupsi

Bagi Sunarto, mengamati gunung Merapi sudah menjadi panggilan jiwa meski tahu pekerjaan itu mengancam jiwanya, ia tetap mengabdi selama 36 tahun

Tribunnews/Ria Anatasia
Sunarto, pengamat di pos pengamatan Gunung Merapi di Kaliurang, Yogyakarta. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kala itu sudah larut malam. Sebuah ruangan di pos pengamatan Gunung Merapi di Kaliurang, Yogyakarta tinggal diisi segelintir orang.

Sunarto (57) tampak fokus menatap layar monitor yang menunjukkan visual merapi dari rekaman CCTV, beserta sejubel keterangan terkait aktivitas gunung "keramat" itu.

Bagi Sunarto, mengamati gunung Merapi sudah menjadi panggilan jiwa. Meski sadar betul pekerjaan itu mengancam jiwanya, ia tetap mengabdi selama 36 tahun.

"Saya mulai tahun 1982 di Pos Plawangan. Karena terjadi erupsi besar tahun 1994, posnya dipindah ke Kaliurang. Juni 2019 ini saya pensiun," ucapnya sambil tersenyum hangat.

Pria yang tinggal di daerah Klaten ini mengaku sering tak pulang ke rumah, terutama ketika sang Merapi sedang bergejolak.

"Kalau sedang aktif, tidak bisa tidur saya kepikiran terus. Kami ada bertiga, kerjanya gantian dua hari nginep di sini, nanti sehari off," kata dia.

Baca: Berstatus Waspada, Gunung Merapi Pastikan Aman Dikunjungi saat Libur Natal dan Tahun Baru 2019

Selain mengorbankan waktu dan pikiran, Sunarto rela mempertaruhkan nyawa demi menjamin keselamatan masyarakat. Ia menceritakan ketika erupsi besar terjadi pada 1994, ia tetap bekerja meski terancam terkena awan panas.

Pegawai BPPTKG itu terus mengamati aktivitas gunung Merapi di balik bukit demi memberikan informasi ke masyarakat.

"Terakhir saya melihat erupsi tanggal 30 oktober 2010 cukup dahsyat. Saya pada saat itu mengawasi harus jauh dari keluarga. Petugas di pos sudah disuruh meninggalkan lokasi, tapi saya musti ngecek ngamati juga. Waktu itu erupsi besar sekali sangat tidak terlupakan di benak saya karena baru lihat sedahsyat itu," jelasnya.

Semua pengorbanan itu dilakukan Sunarto dengan ikhlas. Pria yang sudah beruban itu mengaku ingin membantu masyarakat lain dengan kemampuannya.

"Saya punya keyakinan mengartikan hidup ini sekecil apapun buat orang lain. Saya diamanahkan untuk itu, saya lakukan dengan ikhlas dan kemampuan saya," pungkas Sunarto.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved