Gempa di Lombok

Sebanyak 198 Unit Rumah Terbangun Pascagempa NTB

"Sejauh ini rumah yang dibangun menggunakan metode risha, riko, rika, dan RCI," kata Sutopo Purwo Nugroho

Sebanyak 198 Unit Rumah Terbangun Pascagempa NTB
Dok. BNPB
Hingga 15 Desember 2018, sejumlah 198 unit rumah telah terbangun pascagempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu. Rumah-rumah tersebut dibangun dengan beberapa pendekatan yang diminati oleh para korban 

Hingga kini, lanjut Sutopo Purwo Nugroho, 1.681 pokmas yang terdiri atas 19.997 KK telah terbentuk.

Sejalan dengan pembangunan rumah warga terdampak, pemerintah telah membangun hunian sementara (huntara) di sejumlah titik di NTB. Huntara terbangun berjumlah total 11.510 unit.

Data kerusakan rumah pascagempa di NTB sejumlah 216.219 unit dengan rincian rusak berat 75.138 unit, rusak sedang 33.075, dan rusak ringan 108.006.

Pemerintah pusat dan daerah, kata Sutopo Purwo Nugroho, telah memetakan kebutuhan pemulihan pascagempa di NTB.

"Total kebutuhan pembiayaan pemulihan di sektor perumahan, infrastruktur, sosial, ekonomi produktif dan sektor lintas mencapai Rp 12 triliun," katanya.

Hingga saat ini, BNPB telah memberikan stimulan perbaikan rumah sebesar Rp 1,54 triliun kepada masyarakat yang rumahnya rusak.

Baca: Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Lombok, NTB

BNPB akan memberikan bantuan stimulan perbaikan rumah sesuai kebutuhan yang ditetapkan Pemda.

Pemulihan rumah ditargetkan selesai pada Maret 2019 di semua sektor sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2018.

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved