Komunitas Jurnalis Pesantren Akan Deklarasi Pemilu Damai dan Anti Hoax di Solo

Acara diskusi nasional bertema "Peran Literasi Media Dalam Melawan Hoax dan Politisasi SARA Untuk Pemilu Yang Damai dan Bermartabat

Komunitas Jurnalis Pesantren Akan Deklarasi Pemilu Damai dan Anti Hoax di Solo
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Peserta menunjukkan stiker anti berita bohong atau hoax ketika pelaksanaan hari bebas kendaraan di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (18/3/2018). Polda Metro Jaya melakukan kampanye sekaligus deklarasi anti hoax agar masyarakat lebih sadar terhadap bahaya penyebaran informasi hoax.. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Komunitas Jurnalis Pesantren bersama berbagai komponen masyarakat Solo akan mendeklarasikan Pemilu damai Mencegah politisasi Isu SARA dan Anti Hoax, Kamis (20/12/2018).

Acara diskusi nasional bertema "Peran Literasi Media Dalam Melawan Hoax dan Politisasi SARA Untuk Pemilu Yang Damai dan Bermartaba akan digelar di Ndalem Lamisan, Solo, Jawa Tengah.

“Dengan segala kemudahan akses media saat ini baik online dan media sosial yang belum tentu kebenarannya. Komunitas Jurnalis Pesantren bersama berbagai komponen masyarakat Jawa Tengah dalam hal ini mencoba ikut ambil bagian sebagai garda terdepan melawan hoax dan menangkal isu SARA demi terciptanya pemilu 2019 yang damai, hal tersebut menjadi penting guna menjamin keberlanjutan pembangunan nasional manusia Indonesia seutuhnya yang saat ini gencar dilakukan” kata Hafyz Marshal, Ketua Pelaksana kegiatan. 

Pada saat yang sama, Tokoh Masyarakat Solo, Fuad Zein mengapresiasi deklarasi ini, diharapkan dapat menginspirasi daerah lain untuk menggelar kegiatan yang menggaungkan pemilu damai dan bermartabat.

Kita tidak ingin wilayah Jawa Tengah hanya karena pemilu menjadi tidak aman dan nyaman karena berita-berita hoax dan isu SARA , kita ingin laksanakan pesta demokrasi dengan ceria dan bermartabat, ungkapnya.

"Kegiatan ini merupakan acara masyarakat yang diharapkan juga menginspirasi di berbagai daerah lainnya dalam memberikan edukasi pentingnya pemilu yang damai, pemilu yang berkualitas dan mencerdaskan masyarakat," kata Fuad Zein salah satu pemateri diskusi nasional tersebut.

Senada dengan Fuad Zein, Khoirun Niam selaku pemateri lainnya, menuturkan, tahun politik atau pesta demokrasi, jangan menjadi momok bagi masyarakat dan juga dijadikan momen pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan isu mulai dari isu SARA hingga isu hoax.

"Masyarakat harusnya memanfaatkan pesta demokrasi dengan gembira dan bukan mencari kesalahan. Jangan sampai isu agama, isu sara dan informasi hoax menjadi alat hanya untuk menang di pesta demokrasi," ujar Khoirun Niam yang juga selaku Dosen IAIN Solo.

Acara deklarasi pemilu damai dan anti hoax, serta acara seminar dengan tema “Peran Literasi Media Dalam Melawan Hoax dan Politisasi SARA Untuk Pemilu Yang Damai dan Bermartabat” direncanakan menghadirkan sejumlah tokoh masyarakat, mahasiswa, santri, dan para jurnalis media lokal maupun nasional.

Penulis: Husein Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved