Umi Menghembuskan Napas Terakhirnya Setelah Dibekap Pelaku Pakai Keset Kaki

Dalam kondisi tak berdaya, Yudi kembali memukul bagian leher depan dan rahang sebanyak empat kali.

Umi Menghembuskan Napas Terakhirnya Setelah Dibekap Pelaku Pakai Keset Kaki
Surya/David Yohannes
Arif Yudianto, pembunuh Umi memperagakan adegan saat rekonstruksi, Senin (31/12/2018). SURYA/DAVID YOHANNES 

TRIBUNNEWS.COM, TULUNGAGUNG - Penyidik Unit Reskrim Polsek Rejotangan bersama Satreskrim Polres Tulunggagung melakukan rekonstruksi pembunuhan Umi Hanik (35), warga Desa Panjerejo, Kecamatan Rejotangan, Senin (31/12/2018).

Rekonstruksi dilaksanakan di Mapolres Tulungagung, untuk menghindari amarah warga.

Pelaku, Arif Yudianto melakukan 36 adegan.

Dari rekonstruksi ini terungkap, Arif mematikan listrik di rumah Syamsudin, kakak Umi lebih dulu, Selasa (11/12/2018) dini hari.

Ia kemudian bersembunyi di kegelapan, di balik sumur di antara rumah Umi dan rumah Syamsudin.

Yudi juga membawa sebuah linggis yang biasa dipakai mengupas kelapa dari rumah.

Sekitar pukul 01.00 WIB, Umi keluar hendak salat tahajud.

Korban bermaksud menyalakan listrik di rumah Syamsudin.

Baca: Brigpol Yusuf yang Tewas Ditikam Meninggalkan 2 Orang Anak, Istrinya Sedang Hamil 8 Bulan

Saat itulah Yudi keluar dari persembunyiannya, dan memukul tengkuk Umi dengan linggis.

"Korban jatuh namun belum meninggal dunia. Pelaku kemudian membuka rumah Syamsudin dengan obeng," kata KBO Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Suwoyo.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved