Usai Rayakan Tahun Baru, Ratusan Turis di Karimun Jawa Tak Bisa Pulang

Mereka tidak bisa pulang karena tidak ada jadwal pelayaran pulang dari destinasi wisata andalan Jawa Tengah ini.

Usai Rayakan Tahun Baru, Ratusan Turis di Karimun Jawa Tak Bisa Pulang
Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah
Snorkling di salah satu spot andalan di Kepulauan Karimunjawa 

TRIBUNNEWS.COM, KARIMUNJAWA - - Ratusan wisatawan yang berlibur di Kepulauan Karimunjawa terjebak di pulau tersebut sejak Senin (31/12/2018) lalu.

Mereka tidak bisa pulang karena tidak ada jadwal pelayaran pulang dari destinasi wisata andalan Jawa Tengah ini.

Sekretaris Camat Karimunjawa, Kabupaten Jepara Nur Soleh menjelaskan, hingga saat ini tercatat ada 244 wisatawan yang masih singgah di pulau tersebut menunggu jadwal pelayaran.

Mereka tidak kembali menaiki pesawat menuju Semarang karena berbagai hal. "Mereka tidak mau kembali gunakan pesawat karena kendaraan wisatawan diparkir di Pelabuhan Jepara, itu alasan praktis dan tentu ada pertimbangan keuangan karena tiket pesawat lebih mahal," kata Soleh, Kamis (3/1/2018).

Namun demikian, kata dia, sebagian wisatawan setelah mengetahui cuaca buruk lalu memutuskan pindah menggunakan jasa udara untuk kembali pulang.

Mereka naik pesawat dari Bandara Dewandaru, Karimunjawa menuju Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

"Yang memutuskan kembali naik pesawat mungkin ada yang sekolah, pekerjaan dan lain-lainnya. Hari kemarin ada sekitar 120 wisatawan yang kembali pakai pesawat," tambahnya.

Soleh menegaskan, berwisata ke Karimunjawa di awal musim penghujan memang beresiko cuaca buruk. Kondisi itu, katanya, selalu disampaikan untuk calon wisatawan.

Baca: Cuaca Buruk, Kapal-Kapal di Perairan NTT Masih Tak Bisa Berlayar

Namun demikian, minat untuk mengunjungi gugusan pulau itu tak surut. Selain itu, para wisatawan juga ingin merayakan pergantian tahun di Karimunjawa.

"Banyak wisatawan sengaja datang untuk tahun baru. Mereka berangkat Jumat-Sabtu. Ternyata Senin-Rabu tidak ada pelayaran karena cuaca buruk," tambahnya.

Sejumlah kapal cepat yang rutin ke Karimunjawa baik Siginjai maupun Ekspres Bahari tidak beroperasi sejak Senin karena ombak tinggi mencapai 2,5 meter.

Namun, direncanakan pelayaran akan kembali pada Jumat (4/1/2019) jika cuaca benar-benar sudah bersahabat. "Jumat sudah ada pengumuman untuk berangkat, ada Ekspres Bahari dan Siginjai. Selain itu, Pelni juga nanti ada selain pesawat yang terbang reguler," tambahnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alasan Wisatawan yang Terjebak di Karimunjawa Tak Pulang Gunakan Pesawat" 

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved