Erupsi Gunung Agung

Penjelasan PVMBG terkait Kembali Meningkatnya Altivitas Gunung Agung

Kemarin sore letusan terjadi dua kali dalam rentang waktu 15 menit yakni pada pukul 16.45 Wita dan kemudian pukul 17.00 Wita.

Penjelasan PVMBG terkait Kembali Meningkatnya Altivitas Gunung Agung
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Visual Gunung Agung dari Desa Suwat Gianyar, Senin (21/1/2019) pukul 06.30 Wita tampak Gunung Agung mengeluarkan hembusan. TRIBUN BALI/I NYOMAN MAHAYASA 

"Namun dengan eksplosivitas yang masih rendah," terangnya.

Menurut Devy, erupsi terjadi karena overpressure atau kelebihan tekanan di dalam perut gunung.

Baca: Ahok Bebas Murni dan Bisa Langsung Pergi ke Luar Negeri, Ade Sukmanto: Silahkan Saja, Sudah Haknya

Tekanan ini bisa bersumber dari material magma yang naik secara masif maupun berupa gas-gas magmatik yang naik sedikit-sedikit untuk kemudian terakumulasi di kedalaman tertentu.

Ilustrasi Gunung Agung. TRIBUN BALI/PRIMA
Ilustrasi Gunung Agung. TRIBUN BALI/PRIMA (Tribun Bali/Prima)

"Pada kondisi di mana lapisan penutup atau atasnya gunung tidak mampu menahan tekanan ini, maka erupsi terjadi," terangnya.

Hujan adalah salah satu faktor eksternal yang bisa mempengaruhi aktivitas gunung api.

Air hujan jika masuk ke dalam sistem vulkanik dan berinteraksi dengan uap magma yang panas, bisa juga memicu terjadinya hembusan bahkan letusan.

Namun demikian, perlu diingat bahwa bukan hujan yang menyebabkan erupsinya, tapi memang karena ada kelebihan tekanan di dalam tubuh gunungnya sehingga terjadi erupsi.

Adapun hujan hanya menjadi faktor trigger dari luar, hanya jika gunung apinya sedang kelebihan tekanan.

Baca: Oknum Hakim yang Digerebek Sedang Bersama 2 Wanita Jalani Tes Urine di BNNP Lampung

"Tidak semua gunung api langsung reaktif meletus karena hujan. Sekarang kan musim hujan, kalau memang hanya hujan yang menyebabkan erupsi, kenapa hanya Gunung Agung yang erupsi sementara gunung api lainnya tidak," ujar Devy.

Apakah aktivitas Gunung Agung akan meningkat saat pelaksanaan Panca Wali Krama di Pura Besakih?
Adapun rangkaian karya 10 tahunan ini dimulai Selasa (22/1/2019) hari ini, puncak karya tanggal 6 Maret 2019, dan nyineb 12 April 2019.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved