5 Fakta Aksi Pengeroyokan Santri Berujung Maut, Korban Masih Pelajar hingga 17 Santri Diamankan

Santri korban pengeroyokan di Pondok Pesantren (Ponpes) yang berada di Jalan Lintas Padangpanjang-Bukittinggi, dinyatakan meninggal dunia.

ISTIMEWA
Ilustrasi - 5 Fakta Aksi Pengeroyokan Santri Berujung Maut, Korban Masih Pelajar hingga 17 Santri Diamankan 

TRIBUNNEWS.COM - Simak fakta kasus pengeroyokan santri di Padang Panjang yang berujung maut.

Santri korban pengeroyokan di Pondok Pesantren (Ponpes) yang berada di Jalan Lintas Padangpanjang-Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Robby Alhalim (18), meninggal dunia.

Sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Robby Alhalim, menghembuskan nafas terakhir, Senin (18/2/2019) pukul pukul 06.22 WIB.

Sebelumnya Robby Alhalim kritis setelah dikeroyok belasan santri.

Sejumlah fakta TribunPadang.com rangkum seputar kasus pengeroyokan Robby Alhalim.

1. Masih Siswa Kelas 1

Robby Alhalim merupakan siswa kelas 1 di pesantren yang terletak di Jalan Jalan Lintas Padang panjang-Bukittinggi, Sumatera Barat.

Menurut Kapolsek X Koto, AKP Rita Suryanti, pelaku melakukan penganiayaan lantaran RA dituduh sering melakukan pencurian terhadap barang-barang milik temannya.

"Pemicunya dimana hari Kamis pada saat itu menuduh si korban melakukan pencurian uang, pencurian hp, sehingga pada saat itulah teman-temannya sering merasa kehilangan sehingga kurang senang dan melakukan pemukulan terhadap temannya," ujar AKP Rita Suryanti, dikutip dari Buletin iNews Siang, yang diunggah oleh kanal YouTube Official iNews, Rabu (13/2/2019).

2. Sempat Koma

Setelah dikeroyok, Robby sempat koma karena mengalami gegar otak.

Baca halaman selanjutnya >>>>> 

Berita Populer
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved