Breaking News:

Ke Kulon Progo, Menteri BUMN Pastikan Bandara Baru Yogyakarta Beroperasi di April 2019

Menteri Rini memastikan pembangunan Bandara NYIA terus berjalan dengan baik dan secara bertahap akan beroperasi

Penulis: Ria anatasia
Editor: Sanusi
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Menteri BUMN Rini Soemarno bersama Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Wuspo Lukito, dan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Elfien Goentoro meninjau Heli AKS (Anti Kapal Selam) dan Pesawat Udara CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) di Hanggar PT DI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Kamis (24/1/2019). Pada acara tersebut, PT DI menyerahkan lima unit Heli AKS dan satu unit Pesawat Udara CN235-220 MPA kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk TNI Angkatan Laut. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, KULON PROGO - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan proyek Bandara Internasional Yogyakarta/ New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (21/02/2019).

Pembangunan bandara ini untuk mempercepatan konektivitas udara dan pemerataan ekonomi

Menteri Rini memastikan pembangunan Bandara NYIA terus berjalan dengan baik dan secara bertahap akan beroperasi untuk melayani kebutuhan masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya.

"Progesnya sudah cukup baik. Tentunya saya terus mengawal dan memastikan pembangunan bandara baru ini bisa berjalan baik dan bisa beroperasi sesuai dengan yang ditargetkan dan segera bisa melayani masyarakat, "ungkap Menteri Rini, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/2/2019).

Direktur Utama PT Angkasa Pura 1 (Persero), Faik Fahmi mengatakan, saat ini tahap pekerjaan konstruksi pembangunan Bandara NYIA sudah mencapai 71,6 persen untuk layanan Internasional dan ditargetkan bisa beroperasi pada April 2019.

Sementara untuk layanan domestik ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2019. Secara keseluruhan, total kapasitas bandara baru ini diproyeksi mencapai 14 juta penumpang per tahun.

Pekerjaan fisik untuk faslitas sisi udara dan darat saat ini telah mencapai 100 persen. Fasilitas Bandara untuk layanan Internasional meliputi fasilitas sisi udara seperti runway, rapid taxiway 1, holding bay 1, parallel taxiway, exit taxiway, apron dan taxiway apron.

Sementara fasilitas sisi darat meliputi toll gate, gedung terminal dengan luas 12.920 meter persegi, gedung penunjang dan bangunan sub-station yang akan difungsikan sebanyak 6 unit. Selain itu, aksesibilitas Bandara NYIA dioperasikan dengan menggunakan Jalan Permanen dan Jalan Temporary 2 jalur.

Faik menegaskan, PT Angkasa Pura I (Persero) beserta seluruh stakeholder lainnya akan terus mengawal secara bersama pembangunan bandara baru ini.

“Terima kasih kepada Bu Menteri BUMN yang terus memberikan dukungan keoada kami. Kami terus berupaya agar target operasional bandara bisa tercapai dan tentunya tetap terus memlerhatikan aspek kualotas dan keselamatan dalam kerja 'tegas Faik.

Setelah meninjau lokasi pembangunan proyek bandara, Menteri Rini juga berkesempatan mengunjungi Balai Pemberdayaan Masyarakat milik PT Angkasa Pura I (Persero) yang merupakan wadah untuk menampung aspirasi masyarakat Kulon Progo seiring denagn berjalannya pembangunan proyek bandara ini.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved