Breaking News:

Lulus Semua Tes, Peserta CPNS di Madiun Tiba-tiba Dinyatakan Gugur, Surati Jokowi Minta Keadilan

Peserta CPNS Kabupaten Madiun berkirim surat kepada Sekda Kabupaten Madiun, dengan tembusan ke menteri dan Pesiden Jokowi

SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, MADIUN - Seorang peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Madiun berkirim surat kepada Sekda Kabupaten Madiun, dengan tembusan ke menteri dan Pesiden Republik Indonesia, Joko Widodo lantaran dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam pemberkasan.

Padahal peserta CPNS berinsial WD ini telah dinyatakan lulus Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB).

Pada Rabu (20/2/2019) lalu, ia mengirimkan surat keberatan, meminta agar surat keputusan TMS nomor 810/159/402.201/2019 dibatalkan. Surat tersebut dikirimkan ke Sekretaris Daerah Kabupten Madiun, Tontro Pahlawanto.

WD juga mengirimkan surat tembusan kepada Bupati Madiun, Gubernur Jatim, Komisi ASN, Menpan-RB, Mendagri, dan Presiden RI.

Selain surat keberatan, ia juga melampirkan surat keputusan hasil tes SKD dan SKB serta hasil integrasi antara nilai SKD dan SKB.

"Betul, Rabu (20/2) kemarin saya mengirim surat keberatan yang saya tujukan ke Sekda Kabupaten Madiun dengan tembusan Bupati,Gubernur Jatim, Mendagri, Menpan-RB, Komisi ASN,dan Presiden RI," katanya.

Alumnus Universitas Negeri Surabaya ini mempertanyakan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Madiun, yang sejak awal tidak memberi informasi terkait dengan kekurangan persyaratan akreditasi selama prosea pemberkasan.

Hingga akhirnya, pada 11 Februari 2019, lalu keluar 10 orang peserta CPNS termasuk dirinya dinyatakan TMS karena masalah akreditasi program studi.

"Yang jelas saya ingin mencari keadilan. Kenapa dari awal BKD tidak memberitahukan tentang apa yang harus saya lengkapi terkait akreditasi saya. Di awal juga sudah ada seleksi administrasi, pada tahap itu saya dinyatakan lulus, saya berpikir berarti tidak ada masalah dengan akreditasi saya," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (22/2/2019) sore.

Alasan lain kenapa ia harus bersurat, lantaran pihak universitas yang sudah mencoba melakukan klarifikasi dengan BKD Kabupaten Madiunn, tidak terdapat titik temu. Setelah berkoordinasi dengan biro hukum universitas, akhirnya ia bersurat kepada Sekdakab Madiun.

Halaman
123
Editor: Sugiyarto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved