Jauh-jauh dari Jakarta ke HSU Untuk Cari Orangutan, Malah Ini yang Ditemukan

Dua malam blusukan di hutan dengan didampingi warga setempat dia tidak menemukan sosok orangutan, tapi macan kumbang.

Istimewa
International Animal Rescue (IAR) Indonesia dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) SKW I Ketapang melakukan translokasi dua individu orangutan (Pongo pygmaeus) induk dan anak dari Desa Tempurukan, Kecamatan Muara Pawan ke Hutan Sentap Kancang di Kecamatan Muara Pawan, Kamis (12/4/2018). 

Dia menyaksikan langsung tanda-tanda keberadaan orangutan.

Ada berupa sarang, bekas makanan dan kotoran.

“Dari keterangan warga, ekosistem cantik itu terancam sawit . Keterangan warga, beberapa kali kepala desa didatangi pihak perkebunan sawit agar bisa melepas lahan. Warga desa tetap mempertahankannya, ini ancaman bagi ekosistem. Tanpa kecuali orangutan,“ ujarnya.

“Apalagi dari pengamatan saya terpantau ada sejumlah titik patok yang informasinya milik perusahaan minyak. Belum diketahui pasti patok-patok itu apakah baru survei atau memang sudah berizin,” katanya menceritakan kondisi di Desa Haurgading, Amuntai Selatan, itu.

Kepala Desa Ambahai, Udin, mengatakan hutan yang tak jauh dari perairan Desa Ambahai memang sangat luas.

Warga yang mencari ikan atau menggembala kerbau rawa biasanya melihat beberapa hewan seperti monyet dan bekantan.

“Namun untuk orangutan belum pernah ada yang melihat atau mendapatkan informasi ada yang pernah melihat. Kalau bekantan pernah melihat beberapa kali, monyet juga sering,” ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Dari Jakarta, Periset ini Blusukan di Hutan HSU Mencari Orangutan, tapi Malah Menemukan ini

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved