PKS Jabar Bentuk Tim Pemenangan Sampai Tingkat TPS
Strategi dalam 40 hari terakhir ini, katanya, dilakukan dengan penggerakan semua kader PKS untuk menjadi penanggung jawab di setiap TPS
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam
TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - PKS Jabar membentuk tim pemenangan sampai tingkat TPS, khususnya di daerah pemilihan Jabar 1, yakni Kota Bandung dan Cimahi.
Dalam 40 hari terakhir menjelang pemungutan suara pada 17 April 2019, pergerakan kampanye door to door pun akan semakin gencar.
Wakil Ketua DPW PKS Jabar, Haru Suandharu, mengatakan hal tersebut dicanangkan bersama kader PKS di Kota Bandung dan Kota Cimahi di Gedung Bikasoga Bandung, Kamis (7/3/2019).
Hadir pula sesepuh PKS Hilmi Aminuddin dan Ahmad Syaikhu.
"Kami menyemangati dan mendoakan para kader agar bersemangat dalam 40 hari terakhir kampanye sehingga mudan-mudahan apa yang sudah ditargetkan oleh DPP itu bisa dicapai oleh PKS," kata Haru seusai kegiatan tersebut.
Kader PKS pun dituntut semakin gencar mensosialisasikan pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk memenangi Pilpres 2019.
Strategi dalam 40 hari terakhir ini, katanya, dilakukan dengan penggerakan semua kader PKS untuk menjadi penanggung jawab di setiap TPS.
Jadi tidak hanya saksi, tapi juga ada penanggung jawab untuk juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat di tingkat TPS.
Baca: Sandiaga Sindir Jokowi soal Cuti Kampanye, Ini Respons Hasto
"Harapannya dengan demikian maka akan banyak lagi masyarakat yang mengetahui profil anggota dewan dari PKS, kemudian pasangan presiden yang didukung, kemudian program program ataupun janji kampanye, baik pasangan Prabowo-Sandi ataupun PKS," katanya.
Harapannya, dengan komunikasi tingkat TPS bisa lebih efektif menjangkau konstituen.
Jadi bukan hanya saksi, ada dari relawan anggota dewan dan juga dari jaringan yang selama ini siap mendukung Prabowo-Sandi sekaligus PKS.
"Kita bukan berkumpul di tingkat provinsi, kota, kecamatan, tapi TPS. Kita minta setiap elemen mendistribusikan ke setiap TPS, harapannya nanti bisa saling bantu, saling jaga di TPS," katanya.
Haru mengatakan pihaknya baru menggelar survei elektabilitas capres dan PKS kembali Maret. Namun pihak Jokowi-Amin sendiri merilis bahwa elektavilitas pasangan ini di Jabar merosot delapan persen.
"Mudah mudahan ini menjadi penyemangat. Kami sampaikan kepada kader kita itu berangkatnya dari 60 persen Prabowo-Hatta waktu itu, masih belum kembali seperti 2014. Makanya kita berharap para kader harus bekerja dengan penuh semangat, makanya kami sampaikan bahwa di Jabar bisa sampai 70 persen," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/emoney-prabowo-sandi.jpg)