Breaking News:

15 Tahun Lamanya I Ketut Suama, Istri dan Anaknya Tinggal di Gubuk Bambu Tak Layak Huni

I Ketut Suama (56) dan Ni Wayan Suitri dan sang anak, Ketut Budiartawan tinggal berdesakan di sebuah gubuk yang tak layak huni.

Editor: Dewi Agustina
Dok Kelompok Relawan Jembrana
Suitri dan anaknya berdiri di depan gubuk yang mereka tinggali, Minggu (18/3/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JEMBRANA - Di sebuah wilayah terpencil di pelosok Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, sekeluarga hidup serba kekurangan.

Mereka tinggal berdesakan di sebuah gubuk yang tak layak huni.

I Ketut Suama (56) dan Ni Wayan Suitri (55), nama pasangan suami istri itu.

Sang anak, Ketut Budiartawan (16) juga tinggal di sana.

Mereka tinggal di kawasan Banjar Kembangsari atau biasa disebut Sombang Desa Tukadaya, di atas bendungan Palasari sisi timur.

Mereka hidup kesusahan. Bahkan untuk bisa melewati rumahnya, hanya ada jalan setapak yang licin.

Jaraknya sekitar 500 meter masuk ke wilayah perkebunan warga, itu pun harus ditempuh dengan berjalan kaki.

Suitri dan anaknya berdiri di depan gubuk yang mereka tinggali, Minggu (18/3/2019).
Suitri dan anaknya berdiri di depan gubuk yang mereka tinggali, Minggu (18/3/2019). (Dok Kelompok Relawan Jembrana)

Wayan Suitri, mengaku setiap harinya tinggal di gubuk itu. Ia memiliki empat anak, namun tiga di antaranya sudah menikah.

Karena tak mampu melanjutkan pendidikan dengan alasan tak ada anggaran, Budiartawan pun harus putus sekolah.

Baca: Pemagang Indonesia Ditusuk di Kota Sano Jepang saat Menuju Masjid

"Ini kerja buruh dan kernet truk yang mengangkut bahan material bangunan," ucapnya saat ditemui Kelompok Relawan Jembrana, Minggu (17/3/2019).

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved