Curhat PSK Setelah Kena Razia, Tulis Ratapan Hati di Dinding Rumah Singgah

Dinding di rumah singgah milik Dinas Sosial Kota Bogor menjadi sarana pekerja seks komersial (PSK) yang terjaring razia

Curhat PSK Setelah Kena Razia, Tulis Ratapan Hati di Dinding Rumah Singgah
Lingga Arvian Nugroho/Tribun Bogor
Curahan hati seorang PSK yang terjaring razia. Menulis pesan di dinding 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Dinding di rumah singgah milik Dinas Sosial Kota Bogor menjadi sarana pekerja seks komersial (PSK) yang terjaring razia untuk mencurahkan isi hatinya.

Tulisan menggunakan pensil di rumah singgah itu mengundang perhatian.

Ada berbagai tulisan yang dituliskan di tembok kamar rumah singgah Dinas Sosial Kota Bogor.

Di antaranya sebuah tulisan berisi apa yang dirasakan oleh penulisnya.

Berikut satu di antara beberapa tulisan yang ada di tembok rumah singgah Dinas Sosial Kota Bogor.

Baca: Resmikan PJU TS di Gua Londa Bersama Kementerian ESDM, Bupati Toraja Utara: Kami Sangat Butuh

Baca: Sugiman Nikahi Siti Nur Khasanah di Atas Pohon, Mas Kawinnya Pembacaan Pancasila dan Sebutir Durian

'Salahkah aku mengurus anak ku dalam keadaan memang aku tak berdaya. orang kuper, wanita/perempuan yang tak pernah memandang solusi dengan luas, itu memang kurasakan memilikinya, ini aku ku ucapkan Astagfirullah'

Saat ditanyakan mengenai tulisan tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Bogor, Azrin, mengatakan tulisan itu biasanya ditulis oleh PSK yang terjaring razia.

Biasanya untuk menghindari adanya backing, dan untuk memberikan pelatihan kepada para PSK.

Mereka pun akan langsung membawa PSK ke panti rehabilitasi usai terjaring razia.

"Iya, didata di situ (rumah singgah). Itu (tulisan) biasanya (ditulis) PSK yang terjaring, karena mereka pukul 03.00 WIB itu sudah kami bawa ke Sukabumi, jadi kami asesmen, kami data dan identifikasi segala macam sudah, kami bawa ke panti rehabilitasi di Sukabumi," katanya Rabu (20/3/2019) kemarin.

Azrin menambahkan, bangunan runah singgah itu berfungsi untuk menampung dan memberika pembinaan kepada gelandangan, pengamen, atau PSK yang terjaring razia.

"Itu bangunan rumah singgah, jadi mereka ditangkap kemudian pembinaannya itu ada di lantai atas. Nah, kalau ada orang terlantar (ditempatkan) di bawah. Itu kami gunakan itu karena kewajiban kami, satu sampai tujuh hari," ujarnya. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Curhatan PSK Ditembok Usai Terjaring Razia, Ungkapkan Penyesalan.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved