Breaking News:

Istri Pengusaha Jadi Korban Pemerasan, Pelaku Minta Rp 380 Juta atau Foto Syurnya Disebar di Medsos

Pelaku pemerasan dengan modus mengancam menyebarkan foto syur istri pengusaha di Batam, kini sudah ditahan di Polsek Nongsa.

Istimewa
Kapolsek Nongsa Kompol Albet Sihite menghadirkan pelaku pemerasan istri pengusaha asal Batam. Foto bugil istri pengusaha jadi senjata pemerasan selama ini. 

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Foto syur istri pengusaha di Batam menjadi alat pemerasan.

Pelaku pemerasan dengan modus mengancam menyebarkan foto syur istri pengusaha di Batam, kini sudah ditahan di Polsek Nongsa.

Korban pemerasan berinisial NJ (47), ia diancam oleh Handoko alias Chun (46).

Kenalan Lewat Facebook
NJ dan Handoko kenalan sejak 2015 lalu melalui Facebook.

Dari perkenalan itu, mereka sering bertemu.

Seiring berjalannya waktu, korban dan tersangka janji ketemu. Korban menjemput tersangka di Bandara Hang Nadim Batam.

Setelah bertemu, keduanya makan bersama.

Siang itu juga, korban mencarikan tersangka hotel di kawasan Nagoya.

"Korban diberi air putih. Setelah itu korban tidak sadarkan diri, tersangka menyebut kalau korban ketiduran karena tidak sadarkan diri," ujar Kapolsek Nongsa, AKP Albet P Sihite, Senin (1/4/2019).

Difoto saat Tidur
Saat NJ ketiduran, pelaku kemudian mengambil foto dalam keadaan tanpa busana.

Dua minggu kemudian korban kemudian kaget ketika tersangka mengirimkan beberapa foto bugil korban.

Foto-foto itu kemudian menjadi senjata oleh pelaku untuk memeras NJ.

Baca: Polres Gowa Sudah Periksa 7 Saksi terkait Kasus Pembunuhan Siti Zulaeha, Paling Banyak dari UNM

Pelaku dengan gampang memeras korban. Ia meminta sejumlah uang.

Jika tidak, foto-foto tersebut akan disebarluaskan.

Sejak saat itu, korban sering mengirimkan uang.

"Setiap kali tersangka ke Batam, dia menyuruh korban untuk menjemput ke bandara," kata AKP Albet P Sihite.

Ancam Sebarkan ke Medsos
Modus pemerasan yang dilakukan pelaku yakni dengan mengancam korban menyebarkan foto-foto ke media sosial.

Tersangka meminta uang sebanyak Rp 380 juta. Jika tidak, foto-foto korban akan disebarluaskan.

Korban yang tidak memiliki uang, mencoba meminjam pada sanak saudaranya. Namun pinjaman sebanyak itu sulit didapat.

Karena tidak mempunyai uang, korban akhirnya mengirim uang sebanyak Rp 1 juta melalui ATM.

Namun pelaku tidak terima dan mengancam akan mengirimkan foto-toto itu ke media sosial dan ke pihak keluarga.

Pelanggaran UU ITE
Bosan karena terus diancam, NJ akhirnya membuat laporan polisi.

Korban membuat laporan pemerasan itu ke Polsek Nongsa.

Laporan tersebut langsung ditanggapi.

Bekerjasama dengan Polsek Garum Kabupaten Blitar Jawa Timur, reserse kriminal Polsek Nongsa berhasil menangkap tersangka di kediamannya, Dusun Manukan Kecamatan Garum, Blitar.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 45 ayat (1) ke 3 UU RI nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik Junto Pasal 368 ayat (1) KUHP.

Tersangka terancam penjara paling lama 6 (enam) tahun penjara.

"Korban sampai saat ini masih trauma," ujar Kapolsek Nongsa AKP Albet P Sihite.(Tribunbatam.id/eko setiawan)

Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Fakta-fakta Foto Syur Istri Pengusaha di Batam, Pelaku Minta Rp 380 Juta, Korban Masih Trauma

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved