Pemilu 2019

Inilah Ciri-ciri Perempuan Cerdas yang Jadi Penentu Nasib Bangsa

Komisioner Bawaslu DIY menyebut, paradigma yang masih terjadi saat ini kaitannya dengan momen Pemilu, perempuan hanya dianggap sebagai Pendulang Suara

Inilah Ciri-ciri Perempuan Cerdas yang Jadi Penentu Nasib Bangsa
Istimewa
Talkshow dan Deklarasi “Komunitas Perempuan Muda Cerdas Pemilu” di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) belum lama ini. 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Keberadaan pemilih yang cerdas, berkualitas, berintegritas, tidak termakan hoax dan negative campaign dan isu sara yang menyudutkan atau menguntungkan calon tertentu merupakan elemen yang paling penting dan strategis dalam memujudkan pemilu yang bebas, jujur dan adil.

Hal ini melatarbelakangi digelarnya Talkshow dan Deklarasi “Komunitas Perempuan Muda Cerdas Pemilu” di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) belum lama ini.

Kegiatan ini merupakan rangkaian agenda pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Dosen UMY Tanto Lailam dan Awang Darumurti.

Dilibatkan juga pihak-pihak yang berkompeten seperti KPU dan Bawaslu DIY serta komunitas yang aktif dalam menyiapkan generasi muda yang sadar pemilu.

Seperti mitra masyarakat dari Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah Ngampilan dan Komunitas Perempuan dari Komite Independen Sadar Pemilu (KISP).

Sutrisnowati selaku Komisioner Bawaslu DIY menyebut, paradigma yang masih terjadi saat ini kaitannya dengan momen Pemilu, perempuan hanya dianggap sebagai pendulang suara.

Hal ini erat berkaitan dengan pandangan klasik bahwa perempuan kebanyakan adalah seorang ibu yang hanya duduk manis di rumah.

“Pandangan bahwa yang mudah dikasih uang adalah perempuan ini menjadi sebuah paradigma di masyarakat. Situasi lainnya adalah ketika terjadi politik identitas yang termasuk di dalamnya fundamentalisme agama yg membuat perempuan menjadi tidak terlalu terlibat dalam keputusan publik,” kata Sutrisnowati.

Menurut Sutrisnowati, paradigma ini seharusnya diubah secara perlahan, menyeluruh dan kontinyu supaya efek yang didapat nantinya juga bersifat permanen.

Konsep besarnya bahwa perempuan harus ikut terlibat aktif dalam demokrasi. Selain perempuan ikut memakai hak suaranya, mereka juga punya peran partisipatif.

“Misalnya menjadi pengawas yang partisipatif. Apalagi untuk kaum milenial yang juga harus ikut serta menjadi pengawas partisipatif termasuk kaum perempuan itu sendiri."

"Seperti pengawasan mapping issue seperti black campaign, money politics, ketidaknetralan ASN, APK melanggar, isu SARA dan manipulasi suara,” kata Sutrisnowati.(tribunjogja)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Perempuan Cerdas Jadi Penentu Nasib Bangsa,

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved