Pola Hidup Sehat Untuk Cegah Penyakit Stroke

Stroke merupakan penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di dunia di tahun 2015 dengan peringkat dua setelah penyakit jantung

Pola Hidup Sehat Untuk Cegah Penyakit Stroke
NET
Stroke ringan

TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA  - Pola hidup sehat amatlah penting untuk menjaga berbagai macam penyakit yang timbul, salah satunya adalah stroke.

Stroke dapat timbul karena pola hidup yang kurang terjaga seperti kurangnya berolahraga secara rutin dan akibat dari pola makan yang tidak sehat dan kurangnya asupan gizi.

Siloam Hospitals Palangka Raya menggelar acara talkshow yang bertajuk seputar gejala, penyebab,dan pencegahan mengenai stroke oleh dr Marthin Tori Sp.S

Direktur Siloam Hospitals Palangka Raya dr. Nicolaas Frits Turangan, M.M. mengatakan pentingnya pelayanan kesehatan yang berkualitas baik guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang bertujuan untuk memajukan kesehatan masyarakat setempat, dimana kami bermitra dan bekerja sama erat dengan pemerintah daerah dan dinas kesehatan untuk mewujudkan hal tersebut.

Definisi dari stroke menurut WHO adalah kumpulan gejala yang muncul secara mendadak karena gangguan fungsi otak yang penyebabnya berasal dari pembuluh darah yang berlangsung lebih dari 24 jam.

Prevalensi stroke berdasarkan diagnosis dokter menurut karakteristik di tahun 2018 banyak dialami oleh pasien usia lanjut (75 thn+) yaitu di angka 50,2% dengan 11,0% untuk gender laki-laki dan 12,6% di wilayah perkotaan.

Stroke merupakan penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di dunia di tahun 2015 dengan peringkat dua setelah penyakit jantung.

Jenis stroke terbagi dua yaitu stroke Iskemik (stroke sumbatan) yang merupakan stroke yang sering terjadi karena pembekuan darah menuju otak.

Dan kedua stroke Hemoragik (stroke berdarah) yang merupakan pecahnya pembuluh darah dan masuk ke dalam jaringan yang sering terjadi karena hipertensi.

Dalam sesi tanya jawab seorang pengunjung menanyakan, apakah penyakit vertigo dan stroke sama ?

"Secara umum vertigo terbagi dua jenis namun yang bisa berpotensi menyebabkan stroke adalah gangguan syaraf di central otak", jelasnya.

"Karena menghambat jalannya aliran yang menuju ke otak, gejalanya adalah hilangnya keseimbangan," katanya.

Beberapa bentuk penanganan stroke di SHPR berupa  obat proteksi fungsi otak, Vitamin saraf, Fisioterapi, dan penanganan serangan akut stroke sumbatan dengan menggunakan pengencer darah (trombolisis). 

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved