Tanggapi Pembubaran Paksa Aksi Penari di Pontianak, Pengamat Singgung Purifikasi dan Homophobia

Inilah kata pengamat sosial dari Universitas Tanjungpura terkait aksi pembubaran paksa yang menimpa para penari di Taman Digulis Pontianak.

Tanggapi Pembubaran Paksa Aksi Penari di Pontianak, Pengamat Singgung Purifikasi dan Homophobia
Facebook
Video Tarian LGBT Viral, Ormas Bubarkan Peringatan Hari Tari Sedunia di Taman Digulis Pontianak 

Inilah kata pengamat sosial dari Universitas Tanjungpura terkait aksi pembubaran paksa yang menimpa para penari di Taman Digulis Pontianak.

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Aksi para penari dalam peringatan Hari Tari Sedunia di Taman Digulis Pontianak, Senin (29/4/2019) yang dibubarkan paksa oleh sekelompok orang memantik berbagai spekulasi.

Pembubaran tersebut bermula dari beredarnya video aksi penari di sosial media.

Viralnya video itulah membuat masyarakat yang tergabung dalam suatu ormas mendatangi Taman Digulis Untan untuk membubarkan pertunjukan yang dianggap mempertontonkan aksi yang kurang pantas.

Beruntung saat yang bersamaan, ada anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pontianak yang mengamankan sejumlah penari yang menjadi sasaran masyarakat karena dianggap mengarah pada penampilan LGBT.

Baca: Tak Ada Tari LGBT dalam Peringatan Hari Tari di Pontianak, Yadi: Pelaku Kekerasan Harus Diusut

Baca: Dosen dan Mahasiswa Alami Penganiayaan saat Satpol PP Pontianak Bubarkan Peringatan Hari Tari Dunia

Baca: Diduga Ada Tarian LGBT, Massa Bubarkan Peringatan Hari Tari Sedunia di Taman Digulis Pontianak

Para penari diamankan dan dibawa ke Kantor Satpol PP.

Kemudian rekan-rekan sesama penari dan panitia pertunjukan beramai-ramai mendatangi Kantor Satpol PP.

Mereka meminta klarifikasi mengapa diamankan padahal pihaknya menganggap itu adalah tarian yang merupakan bagian dari kebebasan berekspresi.

Berangkat dari hal tersebut, berikut analisa dari Pengamat Sosial Universitas Tanjungpura, Viza Julian:

"Kalau saya melihat peristiwa yang terjadi, adanya sekelompok orang yang membubarkan pertunjukan tari dalam memeriahkan hari tari dunia, sebetulnya bukan masyarakat kita belum siap.

Kita sekarang menjadi tidak siap, dulu sebetulnya siap. Budaya tarian dan seperti yang dipertunjukan para penari dan panitia sama sekali tidak ada hubungannya dengan LGBT.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA >>>

Editor: sri juliati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved