Pasangan Selingkuh di Bali Lakukan Pencurian Itik, Hasil Penjualan Digunakan untuk Penuhi Kebutuhan

Pasangan selingkuh di Tabanan Bali lakukan pencurian itik. Hasil dari penjualan itik digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup keduanya.

Pasangan Selingkuh di Bali Lakukan Pencurian Itik, Hasil Penjualan Digunakan untuk Penuhi Kebutuhan
TRIBUN BALI/I MADE PRASETIA ARYAWAN
Polsek Tabanan saat menggelar perkara dua orang pelaku pencurian itik di Mapolsek Tabanan, Selasa (14/5/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, TABANAN– Mengenakan baju tahanan, I Wayan Artana (40) dengan Ni Nengah Widnyani (44) tampak tertunduk malu saat digelar perkara oleh Polsek Tabanan, Selasa (14/5).

Ia merupakan pasangan bukan suami istri yang nekat melakukan aksi pencurian di wilayah Subak Bongan, Banjar Bongan Kangin, Desa Bongan, Tabanan, yang dilakukannya sejak bulan April lalu.

Pasangan selingkuh ini melakukan pencurian itik di kandang milik Wayan Mardika.

Setidaknya Mardika melaporkan sudah kehilangan 130 ekor dalam sebulan.

Pada Senin (1/4/2019), ia kehilangan 70 ekor, lalu Kamis (11/4/2019) kehilangan 30 ekor, dan Jumat (19/4/2010), ia kehilangan 30 ekor lagi.

Namun, para pelaku mengakui baru melakukannya dua kali pencurian.

Hasil dari penjualan itik tersebut mereka gunakan untuk memenuhi hidup keduanya.

“Iya karena saya tidak punya uang untuk sehari-hari, terpaksa mencuri,” ucap Wayan Artana.

Disinggung mengenai mengapa mengajak pasangan selingkuhnya untuk melakukan pencurian, Artana pun mengelak dan mengaku tak mengetahui.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Editor: Miftah
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved