Penangkapan Terduga Pelaku Mutilasi Seorang Wanita di Malang Berawal dari Keisengan Polisi

terbongkarnya pelaku bermula dari niat iseng anggota kepolisian yang sedang melakukan penyelidikan kasus tersebut.

Penangkapan Terduga Pelaku Mutilasi Seorang Wanita di Malang Berawal dari Keisengan Polisi
net
Ilustrasi 

Saat ditanya soal mutilasi yang dilakukannya, Sugeng juga membenarkan bahwa ia telah memutilasi korban pada Senin (13/5/2019).

Sugeng mengaku bahwa mutilasi itu dilakukan atas keinginan korban.

"Jadi korban ini ketemu dengan terduga pelaku dalam keadaan sakit. Sebelum meninggal, korban berpesan supaya tubuhnya dipotong," ujar AKBP Asfuri Rabu (15/5/2019).

ANDA MENGENALI PAKAIAN PEREMPUAN INI ? Pakaian perempuan berupa rok berwarna merah dan hem putih dengan motif bunga merah yang diduga pakaian korban pembunuhan mutilasi di di Matahari Pasar Besar kota Malang
ANDA MENGENALI PAKAIAN PEREMPUAN INI ? Pakaian perempuan berupa rok berwarna merah dan hem putih dengan motif bunga merah yang diduga pakaian korban pembunuhan mutilasi di di Matahari Pasar Besar kota Malang (SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah)

Dari penyelidikan, Sugeng diduga memutilasi korban menggunakan sebuah gunting.

AKBP Asfuri juga menjelaskan bahwa telapak kaki korban ditato Sugeng menggunakan alat untuk sol sepatu dan menggunakan tinta bolpoin.

"Kalau alat untuk menato telapak kaki itu semacam alat untuk sol sepatu kemudian tintanya menggunakan bolpoin," ucap Asfuri.

Meski Sugeng mengaku memutilasi korban, kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut soal kasus ini.

"Kami masih menyelidiki kasus mutilasi ini. Mulai dari motif mutilasi dan apakah Sugeng ini melakukan pembunuhan kepada korban. Ini yang masih kami selidiki," ucap AKBP Asfuri.

 Kronologi Penemuan Jasad

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh pedagang yang ada di dekat Pasar Baru.

Trisno, saksi mata awalnya mengaku bahwa mencium bau busuk yang dikiranya bangkai tikus.

"Warga mengira ada bangkai tikus karena bau busuk sekali. Ternyata ada potongan kaki dan tangan," kata Trisno Selasa (14/5/2019) dikutip dari Surya Malang.

"Pemilik toko yang di bawah kemudian ke atas karena sumbernya di atas. Ternyata bukan bangkai tikus tapi potongan tubuh manusia," tambahnya.

Menemukan potongan tubuh manusia, warga kemudian melaporkannya ke Polres Malang Kota.

Saat ditemukan, tubuh korban terpotong menjadi enam bagian dan ditemukan di tiga titik yang berbeda.

Potongan kedua kaki korban ditemukan di tangga sisi timur dengan potongan tangan.

Kedua kaki korban ditemukan terbungkus kresek putih dengan bercak darah yang masih menempel.

Sementara kepala dan tubuh korban masing-masing ditemukan di tangga tengah lokasi dan juga di kamar mandi dan terbungkus kresek hitam dan putih.

"Kalau kaki agak dekat berhimpitan. Tangannya terpisah. Tapi masih di satu lokasi," kata Kapolres Malang Kota, Asfuri Selasa (14/5/2019).

Hasil olah TKP Polres Malang Kota, jasad wanita tersebut diperkirakan sudah tewas sejak empat hari yang lalu.

"Saat ditemukan, mayat hanya memakai celana dalam," ucap Asfuri.

Di jasad korban mutilasi tersebut, kepolisian juga menemukan tato di bagian telapak kakinya.

Tato tersebut masing-masing ada di telapak kaki kiri dan kaki kanan korban.

Di bagian kaki sebelah kiri, ditemukan tato permanen bertuliskan 'Sugeng' sementara kaki sebelah kanan bertuliskan 'Bertemu dengan keluarga gereja comboran bersama saudara'.

"Betul ada tanda permanen seperti tato di telapak kaki. Tulisannya berbeda kaki kiri dan kanan," kata Kanit Inafis Polres Malang Kota, Iptu Subandi, Selasa (14/5/2019).

Saat ini kondisi jari mayat juga masih mengeras sehingga belum bisa dilakukan identifikasi lebih lanjut.

"Tadi kami injeksi cairan supaya jarinya melunak. Kalau nanti belum bisa kami rendam. Bagian lain selain jari itu membusuk. Termasuk tubuh dan kaki," ucap Iptu Subandi.

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Kronologi Penangkapan Terduga Pelaku Mutilasi di Malang, Bermula Niat Iseng Polisi Panggil 'Sugeng'

Editor: Sanusi
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved