Viral Sosial Media

VIRAL Foto Warga Tutup Label 'Keluarga Miskin' di Rembang, Ini Fakta Sebenarnya

VIRAL Foto Warga Tutup Label 'Keluarga Miskin' di Rembang, Ini Fakta Sebenarnya, Simak Ulasan lengkapnya berikut ini

VIRAL Foto Warga Tutup Label 'Keluarga Miskin' di Rembang, Ini Fakta Sebenarnya
IST / Tribun Jateng
Petugas menunjukkan label "Keluarga Miskin" di rumah KPM PKH di Kecamatan Pamotan, Rembang, Jawa Tengah 

VIRAL Foto Warga Tutup Label 'Keluarga Miskin' di Rembang, Ini Fakta Sebenarnya

TRIBUNNEWS.COM - Belakangan ini masyarakat tengah ramai memperbincangkan mengenai beberapa foto warga Rembang yang menutup tulisan 'Keluarga Miskin' di tembok rumah mereka.

Dalam foto-foto yang viral, sejumlah rumah warga yang berlabel 'keluarga miskin' tampak layak huni dan cenderung menunjukan ekonomi yang berkecukupan.

Tak hanya itu, pemilik rumah diduga sengaja menutup label tersebut menggunakan poster.

Baca: Viral Anak-anak Yatim Belanja Baju Lebaran hingga Bikin Karyawan Toko Nangis, Ini Fakta di Baliknya

Baca: 10 Ucapan untuk Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2019 Cocok untuk WhatsApp, Instagram, Facebook & Twitter

Petugas menunjukkan label
Petugas menunjukkan label "Keluarga Miskin" di rumah KPM PKH di Kecamatan Pamotan, Rembang, Jawa Tengah (IST / Tribun Jateng)

Mengutip dari Tribunnews Video, Nasaton Rofiq, Kabid Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Rembang membenarkan adanya foto-foto yang beredar dan menjadi viral.

Foto-foto tersebut merupakan foto yang diambil saat Satgas Pendistribusian Bansos melakukan penyuluhan dan edukasi di sejumlah kecamatan di Rembang.

Satgas Pendistribusian Bansos adalah kerjasama antara Dinsos PPKB Rembang dengan Polres Rembang.

"Itu ditemukan satgas saat turun ke lapangan, memang sudah menjadi umum."

"Warga seakan tak malu dengan label 'keluarga miskin' karena terlalu nyaman dengan bantuan dari pemerintah," ujar Nasaton.

Baca: Live Streaming Trans7 MotoGP Italia 2019 - Hari Ini Digelar Free Practice 1 dan 2, Tonton Lewat HP

Disebutkan Nasaton bahwa Satgas Pendistribusian Bansos sejak Januari 2019 gencar melakukan edukasi untuk menyadarkan masyarakat terkait hak penerima bantuan sosial dari pemerintah.
"Alhamdulillah dari yang awalnya 7 keluarga, kini sudah 1530 warga yang menyerahkan untuk berhenti menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)," terang Nasaton.

DilansirTribun jateng, beberapa pemilik rumah tersebut juga telah mengundurkan diri dari PKH (Program Keluarga Hararapan).

Halaman
123
Penulis: Umar Agus W
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved