Terjadi Bentrok Antarpemuda di Pati HIngga Tewaskan 1 Orang, Dipicu Seorang Melihat Sampai Melotot

Awalnya, Akhlis bersama sekira dua puluh orang lainnya sedang nongkrong di perempatan RT 6 RW 2 Desa Guyangan

Terjadi Bentrok Antarpemuda di Pati HIngga Tewaskan 1 Orang, Dipicu Seorang Melihat Sampai Melotot
newstoday
(FOTO: ILUSTRASI PENGANIAYAAN) Dianiaya dan Dikejar Orang yang Pegang Kelewang, Pria ini Heran Polisi Tak Tahan Pelaku. 

Basuki mengatakan, dulu Akhlis memutuskan berhenti sekolah ketika masih kelas 2 Madrasah Aliyah juga karena keinginannya berpetualang bersama komunitas vespa gembel.

"Ayahnya sebetulnya kurang setuju. Tapi namanya anak muda, jiwa petualangnya mungkin masih menggebu," terangnya.

Basuki mengatakan, jika tidak sedang bepergian, Akhlis kerap membantu pekerjaan pamannya di tambak. Dari situ ia mendapatkan upah.

Selain hobi berpetualang bersama komunitas vespa gembel, Akhlis juga hobi menonton pertandingan sepak bola. Menurut Basuki, Akhlis ialah penggemar berat Persebaya.

"Dia punya banyak kaos Bonek. Dia juga sering menonton langsung pertandingan Persebaya. Pernah nonton di Semarang dan Surabaya," ucapnya.

Bahkan, berdasarkan keterangan polisi, ketika peristiwa nahas yang menewaskannya terjadi, Akhlis juga tengah mengenakan gelang bertuliskan "Persebaya".

Basuki mengatakan, kemarin sekira pukul 02.30, ketika ia mendapat kabar bahwa Akhlis dilarikan ke rumah sakit, ia mengira adiknya jatuh dari motor. Ia sama sekali tidak mengira jika adiknya tewas dengan luka robek di perutnya.

"Awalnya, oleh teman-temannya dia dilarikan ke rumah sakit As-Suyutiyah Guyangan. Tapi di sana tidak sanggup menangani. Akhirnya dia dibawa ke RSUD Soewondo. Tanpa ambulans. Kebetulan ada temannya yang punya mobil. Kemudian, dia meninggal di perjalanan," terang Basuki.

Baca: Wanita Ini Terjatuh karena Gamisnya Nyangkut di Rantai Motor, Robek dari Bawah Sampai Pinggang

Setelah diotopsi hingga pukul 15.00, lanjut Basuki, jenazah Akhlis segera dibawa pulang, disalatkan, dan dimakamkan di pemakaman setempat.

Saat ini, kasus ini masih dalam penanganan kepolisian. Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto melalui Kapolsek Wedarijaksa AKP Teguh Heri Rusianto mengatakan, sesuai pasal 170 Jo 351 KUH Pidana, kasus ini tergolong tindak pidana penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama di muka umum hingga mengakibatkan meninggal dunia.

Penulis : Mazka Hauzan Naufal

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul : Bentrok antar Pemuda Desa di Trangkil Pati yang Tewaskan 1 Orang Berawal dari Saling Ancam

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved