Pencarian Fanyu Lunmisai yang Dimangsa Buaya Terus Dilakukan

Dalam proses ritual adat itu, para pemangku adat juga ikut memanjatkan doa agar korban dapat segera ditemuka

Pencarian Fanyu Lunmisai yang Dimangsa Buaya Terus Dilakukan
Istimewa
Ilustrasi buaya 

TRIBUNNEWS.COM, MALUKU - Pencarian Fanyu Lunmisai (37), yang dimangsa buaya di Sungai Ruata, Desa Makariki, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah terus dilakukan hingga kemarin, Minggu (9/6/2019).

Pencarian dilakukan warga Desa Makariki bersama aparat kepolisian dan tim dari BKSDA Maluku yang bertugas di Maluku Tengah.

Namun, hingga Minggu malam korban belum juga ditemukan, termasuk buaya yang memangsa.

Warga setempat, Rudi mengatakan sebelum proses pencarian dimulai para pemangku adat terlebih dahulu menggelar ritual adat di dekat muara sungai tersebut.

“Tadi sebelum pencarian terlebih dahulu dilakukan ritual adat oleh para pemangku adat di sini,” kata Rudi saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon, Minggu malam.

Baca: Selamat Saat Diseret Buaya, Ini yang Dilakukan Ismael Saat Berteruh Nyawa

Rudi menyebut, dalam proses ritual adat itu, para pemangku adat juga ikut memanjatkan doa agar korban dapat segera ditemukan.

Proses pencarian korban kemudian dilakukan warga bersama aparat kepolisian mulai dari muara Sungai Ruata hingga ke laut desa tersebut.

“Namun sampai malam ini korban belum ditemukan,”ujarnya.

Baca: Seorang Warga di Maluku Tengah Tewas Diterkam dan Diseret Buaya Sampai ke Arah Laut

Kepala Seksi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku, Meity Pattipawaej membenarkan jika hingga Minggu malam ini korban belum juga ditemukan.

Dia mengakui bahwa proses pencarian korban melibatkan berbagai unsur mulai dari pemangku adat, pihak kepolisian BKSDA, dan juga petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengah.

“Selama lima jam pencarian mulai dari pukul 17.00 WIT-21.00 WIT, tubuh korban belum juga ditemukan,”ujarnya.

Baca: Perempuan di Ngada-NTT Ditemukan Tewas Telungkup di Tungku Api

Fanyu Lunmisai dimangsa buaya di Sungai Ruata pada Sabtu (8/6/2019) kemarin.

Saat itu korban bersama seorang kerabatnya, Daniel pergi ke sungai itu untuk mencari ikan namun saat kembali keduanya di serang buaya.

Daniel sempat mengalami luka namun dia selamat, sedangkan korban langsung diterkam dan diseret ke laut oleh buaya. (Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty)

Berita ini telah tayang di Kompas.com berjudul Warga Hilang Diterkam Buaya, Pemangku Adat Gelar Ritual di Muara Sungai

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved