Korban Banjir Samarinda Kelaparan, Para Orang Tua pun Berebut Biskuit Jatah Balita

Masyarakat di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur sedang dilanda petaka banjir berhari-hari

Korban Banjir Samarinda Kelaparan, Para Orang Tua pun Berebut Biskuit Jatah Balita
TRIBUNKALTIM.CO/NALENDRO PRIAMBODO
Meluasnya banjir di Samarinda lima hari terakhir membuat sedikitnya 20 ribu warga dari berbagai usia kesulitan akses mendapatkan makanan. Segala cara dan makanan yang tersedia dikonsumsi selama terjebak banjir. Termasuk makanan ibu hamil dan balita ludes diserbu orang tua. 

TRIBUNNEWS.COM - Masyarakat di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur sedang dilanda petaka banjir berhari-hari.

Hampir sebagian besar wilayah Samarinda diselimuti genangan air, banjir

Warga Samarinda merasa kesusahan, pemukiman penduduknya digenangi air banjir yang cukup tinggi hingga ada yang capai 100 centimeter.

Duka banjir ini sampai viral juga di media sosial ramai hastag #SamarindaCalap

Datangnya banjir ke pemukiman penduduk di Samarinda, membuat kesulitan warga Samarinda, seakan Kota Samarinda mengalami lumpuh. 

Masyarakat Samarinda yang kena banjir pun kesulitan untuk dapatkan makanan.

Rumah terendam banjir, dapurnya pun ikut kena banjir, korban banjir tidak bisa lakukan aktivitas masak. 

Para korban yang kena banjir kesulitan mendapatkan makanan yang layak.

Kondisi darurat banjir, masyarakat pun ada yang rela mau konsumsi makanan jenis instan. 

Jenis makanan yang dikonsumsi warga Samarinda hanya mi instan selama tiga hari berturut-turut.

HALAMAN BERIKUTNYA >>>>> Warga Korban Banjir Samarinda Rebutan Makanan Tambahan, Khawatir Balita dan Ibu Hamil Kurang Gizi

Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved