Kapok, PDIP Surabaya Tak Akan Cari Calon Wali Kota Alternatif Seperti Risma Lagi

PDIP Surabaya merasakan komunikasi dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini selama 10 tahun ini biasa-biasa saja

Kapok, PDIP Surabaya Tak Akan Cari Calon Wali Kota Alternatif Seperti Risma Lagi
istimewa
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - PDIP Surabaya merasakan komunikasi dengan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini selama 10 tahun ini biasa-biasa saja, bahkan cenderung sering putus.

Menilik pengalaman selama 10 tahun itu, PDIP pun seolah kapok untuk mengusung cawali alternatif seperti Tri Rismaharini atau akrab dipanggil Risma.

Karena itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPC PDIP Surabaya, Sukadar mengimbau semua elemen PDIP menjalin komunikasi yang baik jelang Pilwali Surabaya 2020.

Termasuk siapa-siapa saja calon yang berpotensi atau dimunculkan menjadi Cawali Surabaya nanti.

"Kami akan mengakomodir suara dari seluruh pengurus anak cabang (PAC) untuk kita jadikan pertimbangan dalam menentukan calon," kata Sukadar, Jumat (14/6/2019).

Baca: Mimpi Kakak Vera Oktoria Sebelum, Deri Pramana Pemutilasi Adiknya Tertangkap

Baca: Gempa Hari Ini - BMKG Catat Gempa Besar Guncang Kabupaten Maluku Tenggara, Tak Berpotensi Tsunami

Baca: Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempertegas Jika Alat Bukti Link Berita Tak Bisa Diremehkan

Baca: Gadaikan Istri Rp 250 Juta dan Salah Bunuh Orang, Begini Nasib Hori

Sukadar enggan menanggapi potensi PDIP mengusung sosok alternatif dari luar partai seperti pada Pilwali 2010 dan 2015, di mana PDIP mengusung Risma.

Menurut Sukadar, walaupun Tri Rismaharini diketahui merupakan sosok yang sukses sebagai Wali Kota Surabaya selama dua periode, namun komunikasi Risma dengan PDIP tidak terjalin intensif.

"Sepuluh tahun di dalam pemerintahan Bu Risma ini, komunikasi dengan partai biasa- biasa saja.

Gol terakhir memang untuk kepentingan rakyat. Tapi, disamping itu partai politik juga punya kepentingan untuk membesarkan partai," tegas Anggota DPRD Kota Surabaya ini.

Bahkan, lanjut Sukadar, selama ini komunikasi antara eksekutif dengan partai banyak yang 'putus'.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved