Lawan Hoaks, Jari Ini Harus Punya Budi Pekerti

ujarnya saat menjadi narasumber Sosialisasi Diseminasi Konten Positif Diskominfo DIY 2019, Selasa (18/5/2019), di Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta.

Lawan Hoaks, Jari Ini Harus Punya Budi Pekerti
ISTIMEWA
Diskusi bertajuk Sosialisasi Diseminasi Konten Positif Diskominfo DIY 2019, di Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta, Selasa (18/6/2019) 

TRIBUNNEWS.COM,YOGYAKARTA–Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto mengatakan sehebat-hebatnya teknologi tidak akan ada gunanya jika digunakan untuk tujuan tidak baik. Teknologi harus diimbangi dengan moral yang baik.

“Sehebat-hebatnya teknologi, mentalnya harus baik. Hoaks semuanya bersumber dari rendahnya moralitas. Jari ini harus punya budi pekerti. Yang terpenting lagi, pemanfaatan dan penggunaan teknologi informasi harus dengan nalar,” ujarnya saat menjadi narasumber Sosialisasi Diseminasi Konten Positif Diskominfo DIY 2019, Selasa (18/6/2019), di Kecamatan Jetis Kota Yogyakarta.

Eko didampingi narasumber lainnya yakni Rakhmat Sutopo, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo DIY mewakili Kepala Diskominfo DIY Rony Primanto Hari dan AKBP Yulianto dari Reskrimsus Polda DIY.

Baca: Ahli Genetika Beberkan Faktor Penyebab Seseorang Mudah Percaya Hoaks, Berikut Penjelasannya

Seraya memperkenalkan aplikasi Jogja Istimewa, Politisi muda PDI Perjuangan Eko Suwanto menyatakan dari aspek pelayanan publik, DPRD DIY memberikan dukungan Pemda DIY yang tahun ini membangun lagi 80 titik free wifi, untuk melengkapi 120 titik free wifi yang dibangun tahun sebelumnya.

“Tidak usah khawatir kehabisan pulsa saat di Jogja,” ujarnya. Selain itu, juga pemasangan 200 CCTV, antara lain fungsinya untuk keamanan serta penanggulangan bencana.

Misalnya, kata Eko Suwanto, untuk antisipasi banjir dipasang CCTV pada delapan titik alur sungai. “Ini artinya teknologi kita manfaatkan secara positif,” kata dia.

Baca: Polda Metro Jaya: Screenshot Polisi Hina TNI Hoaks

Menjawab pertanyaan mengenai dampak negatif TI, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Eko mengatakan faktanya sekarang ini memang repot. Eko berpesan apabila sedang dilanda marah segera saja matikan HP. “Kalau tidak, jari ini gatal menyerang orang,” ujarnya.

Kondisi ini berbalik dengan di wilayah tertentu. Terdapat kalangan masyarakat tertentu yang justru menghindari penggunaan internet. Mereka adalah orang-orang kaya dan saat datang ke Yogyakarta minta dicarikan lokasi (penginapan) yang sama sekali tidak ada akses internet.

“Untuk turis CEO ke atas sudah menjauhi internet. Kita mencarikan yang tidak ada internet, ternyata harganya mahal. Justru kawasan yang tidak ada akses internet inilah yang dicari kalangan jetset. Ke depan DIY perlu membuat zona,” kata dia.

Rakhmat Sutopo dalam kesempatan itu mengatakan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pemanfaatan sosial media (sosmed) serta memahami penggunaan internet secara positif untuk meningkatkan kapasitas pribadi dan masyarakat.

Baca: WN Diduga Sebar Hoaks Settingan Server KPU, Profesinya Disebut Polisi sebagai Dosen Bergelar S2

Selain itu, juga untuk memahami tata cara dan aturan terkait dunia maya dan sosial media yang sehat dan bermanfaat sesuai UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta memahami cara bijak bermedia sosial dan menyikapi maraknya informasi palsu.

Sementara itu, AKBP Yulianto dari Reskrimsus Polda DIY saat membawakan materinya mengenai mewujudkan kamtibmas melalui penggunaan sosial media yang sehat.

Baca: Kasus Hoaks Server Settingan KPU, Bareskrim Butuh Waktu 3 Bulan Sebelum Akhirnya Tangkap Tersangka

Yang menegaskan secanggih, apapun teknologi yang ada, tidak bisa mengggantikan peran kehadiran polisi di masyarakat. Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendukung tugas-tugas Polri untuk mengayomi masyarakat.

Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved