Jimat Tukang Parkir Dibuang, Lalu Nyawanya Dihabisi Kakak Beradik Pakai Golok dan Gunting

Polresta Bandar Lampung akhirnya menetapkan dua tersangka penganiayaan yang berujung tewasnya juru parkir Suhendi (42).

Jimat Tukang Parkir Dibuang, Lalu Nyawanya Dihabisi Kakak Beradik Pakai Golok dan Gunting
Tribun Lampung
ilustrasi 

Di lokasi, ada tiga gelas bekas minuman keras jenis tuak, dua kantong plastik bekas tuak, buah salak, kacang, dan martabak manis di atas meja.

Penemuan mayat ini berawal dari kecurigaan warga ada dua sepeda motor terparkir di sebuah gang tak jauh dari tempat kejadian perkara.

Seorang warga curiga dua motor itu milik orang yang sering nongkrong di lokasi pembangunan rumah duka.

"Setelah warga melihat, ternyata ada orang sudah terkapar. Kondisi gerbang terkunci. Makanya tadi pagi kami jebol," kata Matsari Batin Laksana, Ketua Pemolisian Masyarakat (Polmas) Pesawahan.

Menurut Matsari, setiap malam ada dua orang yang berjaga di lokasi. Namanya, Khairul dan Dedi, warga setempat.

Di lokasi, beber dia, keduanya kerap mabuk-mabukan setiap malam Minggu.

"Memang setiap malam Minggu, Khairul dan Dedi bikin acara minum tuak kayak gitu," tutur Matsari.

"Menurut pedagang di depan gedung ini, semalam sudah ramai orang minum-minum. Sekitar pukul 23.00 WIB, katanya, masih ramai. Mungkin lebih dari 3 orang, ya 4 sampai 5 orang," sambungnya. 

Sempat Ciut Lihat Jimat

TERSANGKA Dedi awalnya sempat ciut sebelum menuruti tantangan Suhendi untuk berkelahi. Pasalnya, Dedi melihat Suhendi mengeluarkan benda seperti jimat.

Halaman
1234
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved