Angkasa Pura II Siap Jadikan Bandara Kertajati Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata Jabar

Keberadaan bandara Kertajati bisa mendorong ekonomi masyarakat dan daerah yang ada di sekitarnya

Angkasa Pura II Siap Jadikan Bandara Kertajati Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi dan Pariwisata Jabar
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Dua orang pekerja menyaksikan dari balik kaca pesawat Kepresidenan yang ditumpangi Presiden RI Joko Widodo di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Desa/Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Kamis (24/5/2018). Pendaratan pesawat Kepresidenan menjadi pendaratan perdana (historical landing) di bandara seluas 1.800 hektare itu, sekaligus menandai bandara tersebut resmi beroperasi. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Menanggapi masukan dari MTI tersebut, Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Andreas Wijanto menyebut sudah ada 19 operator bus dan 167 armada angkutan umum yang siap melayani transportasi darat dari dan menuju Bandara Kertajati menuju Bandung, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Tasikmalaya, Cikarang, Indramayu, Purwakarta, dan Sumedang.

“Saat ini kami sedang melakukan sosialisasi, karena dengan hadirnya Bandara Kertajati akan membuka pariwisata di daerah Timur Jawa Barat,” jelas Andreas.

Pengamat Penerbangan Gerry Soejatman menambahkan, keterbatasan runway di Bandara Husein Sastranegara akan menghambat pertumbuhan daerah Jawa Barat secara keseluruhan.

Sehingga jika terus-menerus terjadi penolakan menolak migrasi penerbangan ke Bandara Kertajati, maka masyarakat sendiri yang akan dirugikan.

“Potensi Bandung dan Jawa Barat terkendala dengan keterbatasan Bandara Husein Sastranegara. Kertajati saya yakin bisa berperan sebagai attractive gatewayuntuk business traveller ke Jawa Barat,” katanya.

Menurut Gerry, yang perlu terus menerus dilakukan pemerintah, AP II, dan stakeholder lainnya saat ini adalah memperluas informasi agar public memahami kemajuan pengembangan infrastruktur pendukung bandara Kertajati.

“Jadi jangan hanya diberitakan soal Kertajatinya saja. Tetapi ceritakan juga proses pembangunan jalan tol dan sebagainya,” tegas Gerry.

Senada dengan para pembicara sebelumnya,Akademisi Universitas Padjadjaran, Yayan Satyakti menyebut suka atau tidak suka, relokasi penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kertajati ini harus dilakukan.

“Dengan pemindahan ini, Jawa Barat diharap memiliki diferensiasi pasar penumpang udara yang unik agarinternational exposure-nya benar bisa menjual letak geografis dari Bandara Kertajati. Kapan lagi masyarakat Jawa Barat punya kebanggaan dengan memiliki bandara besar, bandara internasional kalau tidak sekarang,” kata Yayan.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved