Breaking News:

Gara-gara Percaya Mitos ini, Warga di Madiun Pilih Buang Popok Bayi yang Sulit Terurai ke Sungai

Gara-gara Mempercayai Mitos Langka ini, Warga di Madiun Memilih Buang Popok Bayi yang Sulit Terurai ke Sungai.

SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Massa dari Ecoton atau Brigade Evakuasi Popok (Brigade Kuapok) mengenakan kostum putri duyung banci gelar aksi lingkungan di depan Balai Kota Malang, Rabu (30/8/2017). Massa aksi menyerukan bahaya membuang popok bayi di Sungai karena bisa menyebabkan kepunahan ikan akibat berkelamin ganda, sebagai dampak buruknya kualitas air. 

Gara-gara Percaya Mitos ini, Warga di Madiun Pilih Buang Popok Bayi yang Sulit Terurai ke Sungai

TRIBUNNEWS.COM, MADIUN - Sampah dan plastik kini telah menjadi permasalahan serius serta ancaman global. Pasalnya, keduanya menyebabkan kerusakan lingkungan yang berujung terjadinya bencana dan wabah penyakit.

Oleh sebab itu, Bupati Madiun, Ahmad Dawami, dalam setiap kesempatan selalu mengkampanyekan "Anti Sampah Plastik".

Menurut Ahmad Dawami, kesadaran masyakat Kabupaten Madiun akan pentingnya menjaga lingkungan dari sampah dan plastik masih kurang.

Bahkan, masih ada beberapa masyarakat yang percaya dengan mitos yang tidak benar.

Sebagian masyarakat masih percaya bahwa pampers alias popok bayi tidak boleh dibakar.

Baca: Dokter Akhirnya Ungkap Kondisi Sebenarnya yang Dialami Risma, Inilah Hal yang Belum Pernah Dibeber

Baca: Lulus Baca Yasin dan Tahlil, Fadil Akhirnya Menjadi Menantu Tokoh NU Mantan Menteri & Gubernur Jatim

Baca: MK Lagi Bacakan Putusan Sengketa Hasil Pilpres 2019, Ratusan Santri di Jombang Gelar Doa Bersama

Karena takut dengan mitos tersebut, sehingga masyarakat membuang popok bayi itu ke sungai.

Padahal, popok bayi merupakan sampah yang sulit terurai.

BACA SELENGKAPNYA  >>>>>

Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved