Perempuan Asal Afrika Selatan Diringkus Usai Kedapatan Sembunyikan 1,59 Kg Sabu di Pakaian Dalam

Seorang perempuan berinisial Cn (44) warga Johannesberg, Afrika Selatan ditangkap petugas Bea Cukai Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Perempuan Asal Afrika Selatan Diringkus Usai Kedapatan Sembunyikan 1,59 Kg Sabu di Pakaian Dalam
Tribun Jabar/Mega Nugraha
Seorang perempuan berinisial Cn (44) warga Johannesberg, Afrika Selatan ditangkap petugas Bea Cukai Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kamis (20/6/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Seorang perempuan berinisial Cn (44) warga Johannesberg, Afrika Selatan ditangkap petugas Bea Cukai Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kamis (20/6/2019).

Ia kedapatan membawa methamphetamine alias sabu-sabu seberat 1,59 kg.

"Kami mencurigai seorang warga negara asing yang datang ke Kota Bandung pada Kamis (20/6/2019). Saat diperiksa dan di x-ray memang tidak ditemukan apa-apa. Tapi ketika digeledah badan, ditemukan sabu seberat 1,59 kg disimpan di bra dan celana dalam," ujar ‎Kepala Kanwil Bea Cukai Jabar, Saipullah Nasution di Jalan Rumah Sakit, Kota Bandung, Rabu (26/6/2019).

Ia mengatakan, kecurigaan awal pada Cn tertuju pada catatan penerbangan Cn.

Perempuan tersebut tidak pernah datang ke Bandung dan tidak ada tujuan khusus.

"Dari situ kami curiga, bagaimana mungkin belum pernah datang ke Indonesia tiba-tiba datang ke Indonesia, pasti by design. Tujuan pengiriman sabu masih kami dalami," ujar Saipullah.

Pihaknya sudah menguji laboratorium temuan yang ada pada Cn.

Seorang perempuan berinisial Cn (44) warga Johannesberg, Afrika Selatan ditangkap petugas Bea Cukai Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kamis (20/6/2019).
Seorang perempuan berinisial Cn (44) warga Johannesberg, Afrika Selatan ditangkap petugas Bea Cukai Bandara Husein Sastranegara Bandung, Kamis (20/6/2019). (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

Hasil pemeriksaan, barang bawaan Cn positif sabu.

Saat ini, kasusnya dilimpahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jabar.

"Jika diuangkan nilainya R‎p 3,1 miliar lebih. Yang bersangkutan dijerat Pasal 102 juruf e Undang-undang Kepabeananan atau Pasal 113 ayat 2 Undang-undang Narkotika. Ancaman pidana di atas 10 tahun," ujar Saipullah

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved