Berita Viral

Wanita Pembawa Anjing ke Dalam Masjid Juga Dilaporkan Atas Kasus Penganiayaan

Wanita berinisial SM (52) yang membawa anjingnya masuk ke dalam Masjid Jami Al Munawaroh, Bogor, Jawa Barat juga dilaporkan atas kasus penganiayaan.

Wanita Pembawa Anjing ke Dalam Masjid Juga Dilaporkan Atas Kasus Penganiayaan
Capture Youtube
Wanita berinisial SM (52) yang membawa anjingnya masuk ke dalam Masjid Jami Al Munawaroh, Bogor, Jawa Barat juga dilaporkan atas kasus penganiayaan. 

Wanita berinisial SM (52) yang membawa anjingnya masuk ke dalam Masjid Jami Al Munawaroh, Bogor, Jawa Barat juga dilaporkan atas kasus penganiayaan.

TRIBUNNEWS.COM - SM (52), wanita yang bawa anjing ke dalam masjid di Bogor, Jawa Barat, kembali dilaporkan atas kasus dugaan penganiayaan dan pencemaran nama baik.

Kuasa hukum Masjid Jami Al Munawaroh, Endi Kusuma Hermawan mengatakan, SM sudah ditetapkan tersangka kasus penistaan agama.

Namun, tim advokat juga akan melaporkan kasus penganiayaan Pasal 351 dan pencemaran nama baik Pasal 310.

Baca: Begini Hasil Pemeriksaan Kejiwaan Wanita Pembawa Anjing di Dalam Masjid

Baca: Wanita Pembawa Anjing ke Masjid di Bogor Ditetapkan Sebagai Tersangka Penodaan Agama

Ada pun korban penganiayaannya adalah Ishaq Sholahuddin, selaku keamanan masjid.

"Iya dia (SM) sudah ditetapkan tersangka, dan kami juga melaporkan untuk penganiayaan dan pencemaran nama baik karena DKM juga dituduh menikahkan suami SM," katanya di Cibinong, Bogor, Selasa (2/7/2019).

Ia menyebut, sebanyak 17 advokat akan terus mengawal kasus tersebut. Selain itu, sejumlah saksi dan bukti visum juga sudah diserahkan ke penyidik.

Laporan tersebut dibuat di Unit Sat Reskrim, Polres Bogor oleh Ruslan selaku Sekretaris DKM Masjid Al Munawaroh dengan nomor LP/B/05/VII/2019/JBR/RES BGR.

Baca: Kondisi Terkini Anjing yang Viral Dibawa Wanita ke Dalam Masjid, Ditemukan Tewas Para Pecinta Hewan

Baca: Ini Kondisi Anjing yang Viral Dibawa Wanita ke Dalam Masjid di Sentul, Ditemukan Pecinta Hewan

"Sekertaris DKM Masjid Al Munawaroh, Ruslan melaporkan didampingi tim advokat kemudian keterangan dari DKM dan para saksi, penganiayaan hasil visumnya juga sudah dilampirkan," ujarnya.

Ia mengapresiasi proses di kepolisian yang berjalan sesuai peraturan perundang-undangan sehingga bisa membuat umat Islam sedikit lebih tenang.

Halaman
12
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved