Satgas RI-PNG Jalan Kaki Empat Hari untuk Beri Layanan Kesehatan Warga Kabupaten Puncak

Safril mengatakan, hal itu dilihat dari banyaknya warga yang berbondong-bondong memenuhi Pasar Sinak dengan membawa sanak keluarganya.

Satgas RI-PNG Jalan Kaki Empat Hari untuk Beri Layanan Kesehatan Warga Kabupaten Puncak
Puspen TNI/Puspen TNI
ilustrasi.Kedatangan Tim Kesehatan di Kampung Tingginambut pagi itu membuat masyarakat berbondong bondong berkumpul dihalaman Puskesmas, mereka bergegas datang untuk mendapat pelayanan kesehatan gratis dari Tim Pembinaan Masyarakat TNI-Polri, bertempat di Puncak Jaya, Papua, Jumat (12/10/2018). (Puspen TNI) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satgas Pamrahwan RI-PNG Yonif Raider 514/SY berjalan kaki menempuh jarak 54 Kilometer dengan waktu tempuh empat hari dari Kabupaten Puncak Jaya menuju ke Kabupaten Puncak, untuk memberikan pelayanan kesehatan warga di Kabupaten Puncak.

Hal tersebut disampaikan dalam rilis tertulisnya di Puncak Jaya, Papua, Rabu (3/7/2019).

Wadansatgas, Mayor Inf Safril sebagai Perwira tertua di kegiatan tersebut mewakili Dansatgas Pamrahwan RI-PNG Yonif Raider 514/SY, Mayor Inf Danang Biantoro kedatangan dan pengobatan yang mereka selenggarakan disambut suka cita warga.

Safril mengatakan, hal itu dilihat dari banyaknya warga yang berbondong-bondong memenuhi Pasar Sinak dengan membawa sanak keluarganya.

Safril mengatakan kegiatan itu merupakan hasil kerjasama dan komunikasi yang melekat antara Satgas RI-PNG Yonif Raider 514/SY dengan aparat terkait seperti pemerintah Daerah Distrik Sinak, Koramil 04 /Sinak serta Kodim 1714 /PJ.

"Sebanyak lima puluh orang personel Satgas RI-PNG Yonif Raider 514/SY di Kabupaten Puncak Jaya, mereka rela berjalan kaki sejauh 54 kilometer dengan waktu tempuh selama empat hari. Dengan tulus dan ikhlas seluruh prajurit membawa semangat untuk membantu masyarakat disana, lelah seluruh prajurit langsung hilang seketika, setelah melihat senyum dan tawa warga yang menyambut kedatangan anggota,’’ kata Safril.

Ia mengatakan 63 orang mengikuti pengobatan massal tersebut.

Baca: Maruf Amin Siap Ganti Celana Jika Dilarang Kenakan Sarung Saat Jadi Wapres RI

"Kedepan, kegiatan seperti ini akan kita laksanakan secara rutin guna membantu mengatasi masalah kesehatan warga, karena sulitnya menjangkau Puskesmas,’’ kata Safril.

Terpisah, Kepala Distrik Sinak, Petrus Kogoya, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Satgas RI-PNG Yonif Raider 514/SY dengan terlaksananya pengobatan massal di daerahnya.

“Kami bangga dan terharu atas pengorbanan bapak-bapak TNI yang jauh-jauh datang kemari untuk mengobati warga kami, dengan ketulusan hati bapak-bapak TNI, warga di sini sangat terbantu dan berterimakasih sekali,” kata Petrus.

Ia pun menegaskan, Papua adalah bagian yang tidak dapat dilepaskan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sampai kapanpun.

“Kami di sini semua adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, sampai kapan pun kami akan tetap menjaga tanah Papua untuk tetap berada dalam negara Indonesia, bapak-bapak TNI telah membuktikan kepedulian yang besar kepada kami semua disini,’’ kata Safril.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved