Air Sawah Diduga Tercemar Limbah Tambang Ilegal, Petani di Buyat Selatan Gagal Panen

Air yang mengalir ke sawah Buyat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, diduga tercemar buangan limbah tambang ilegal.

Air Sawah Diduga Tercemar Limbah Tambang Ilegal, Petani di Buyat Selatan Gagal Panen
Tribun Manado/Vendi Lera
Air yang mengalir ke sawah Buyat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, diduga tercemar buangan limbah tambang ilegal. TRIBUN MANADO/VENDI LERA 

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Air yang mengalir ke sawah Buyat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, diduga tercemar buangan limbah tambang ilegal.

Menurut petani di Buyat Selatan, Wahidin Mokoagow (58), sawah seluas setengah hektare rusak diduga air yang mengalir tercemar tambang ilegal.

Awalnya, padi yang baru ditanam sekitar 1 sampai jadi biru. Setelah itu daun kering sehingga padi tersebut hangus.

"Saya heran dengan padi ini. Sebab kejadian baru kali ini," ujar Wahidin Mokoagow, Kamis (4/7/2019).

Air yang dialiri di sawah berasal dari irigasi induk di milik Dinas Pekerjaan Umum di Desa Buyat sekitar bendungan terdapat rendaman ilegal milik pengusaha tambang.

Sebelumnya, kejadian padi rusak ini tidak pernah dialami, petani baru merasakan dampak lingkungan dari maraknya pertambangan ilegal.

"Kemungkinan besar air sudah tercemar dari limbah buangan pertambangan," ujar dia lagi.

Petani terpaksa merugi sebab seluruh tanaman padi rusak dan gagal panen.

Air yang mengalir ke sawah Buyat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, diduga tercemar buangan limbah tambang ilegal. TRIBUN MANADO/VENDI LERA
Air yang mengalir ke sawah Buyat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, diduga tercemar buangan limbah tambang ilegal. TRIBUN MANADO/VENDI LERA (Tribun Manado/Vendi Lera)

Menurutnya, sudah tiga kali melakukan pemupukan, namun padi tetap tidak mau tumbuh secara normal.

Sehingga sekarang takut memberikan obat-obatan lain.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved