Sekolah di Semarang Bongkar SKD Palsu Seorang Siswa Meski Warga Setempat Sudah Dikondisikan

Oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, karena waktu pendaftaran masih dibuka mereka diarahkan agar kembali ke jalur yang benar.

Sekolah di Semarang Bongkar SKD Palsu Seorang Siswa Meski Warga Setempat Sudah Dikondisikan
Daniel Ari Purnomo/Tribun Jateng
Orangtua calon siswa menolak PPDB online di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya Bundaran Gladar, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Selasa (2/7/2019) sore. 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Sebanyak 446 pengguna Surat Keterangan Domisili (SKD) dicoret selama proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng.

Dua siswa di antaranya mesti menelan pil pahit karena didiskualifikasi dari daftar siswa yang diterima.

Sepanjang proses pendaftaran PPDB Online yang dibuka dari tanggal 1 Juli lalu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng telah mencoret 444 Surat Keterangan Domisili karena tidak sesuai fakta tempat tinggal.

Oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, karena waktu pendaftaran masih dibuka mereka diarahkan agar kembali ke jalur yang benar.

Baca: Ini Identitas Jenderal Bintang 3 yang Diperiksa TGPF Kasus Novel Baswedan

Baca: Jemaah Haji Indonesia Dapat Kartu Perdana Gratis dari Provider Telekomunikasi Arab Saudi

Baca: Ditegur Jokowi, Ini Solusi Sofyan Djalil Atasi Kendala RTRW

"Tapi ada dua yang mesti kami diskualifikasi karena telah menggunakan SKD palsu. Jadi total pengguna SKD PPDB ini sebanyak 446," kata Ganjar saat peninjauan akhir PPDB Online, belum lama ini.

SKD dari dua siswa tersebut diketahui palsu di ambang waktu pengumuman. Satu di antaranya siswa dari Kendal.

Ganjar menjelaskan terbongkarnya SKD palsu itu berkat pengakuan seorang warga yang dipaksa membuat kesaksian palsu oleh oknum orangtua.

"Sebelum menyertakan SKD saat pendaftaran, orangtua ini telah mengondisikan warga setempat agar memberi kesaksian bahwa si A benar-benar tinggal di daerah yang dimaksud dalam SKD," katanya.

Namun, menurut Ganjar pada Selasa (8/7) ada warga yang memberi keterangan pada panitia PPDB sekolah bahwa keterangan yang dia berikan terkait SKD si A adalah palsu.

"Dia (si A) kami coret, dinyatakan tidak diterima," katanya.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved