Pekan Depan Polisi Periksa Pemilik Akun Aida Konveksi, Penyebar Konten Menghina Jokowi

Polisi baru menjadwalkan akan memeriksa Ida Fitri, pemilik Akun Facebook Aida Konveksi yang diduga menyebar konten menghina Jokowi pada pekan depan.

Pekan Depan Polisi Periksa Pemilik Akun Aida Konveksi, Penyebar Konten Menghina Jokowi
Surya/Samsul Hadi
Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar. Surya.co.id/Samsul Hadi 

TRIBUNNEWS.COM, BLITAR - Satreskrim Polres Blitar Kota hingga kini belum menahan Ida Fitri (44), pemilik Akun Facebook Aida Konveksi yang diduga menyebar konten menghina Presiden RI Joko Widodo.

Polisi baru menjadwalkan akan memeriksa Ida Fitri pada pekan depan.

"Kami sudah mengirim surat panggilan untuk pemeriksaan yang bersangkutan. Informasinya yang bersangkutan sanggup hadir minggu depan," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar, Kamis (11/7/2019).

Tetapi, Adewira tidak menjelaskan secara rinci apa pertimbangan polisi belum menahan Ida Fitri.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono menunjukkan cetakan postingan akun facebook Aida Konveksi yang diduga menghina lambang negara, Selasa (2/7/2019).
Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono menunjukkan cetakan postingan akun facebook Aida Konveksi yang diduga menghina lambang negara, Selasa (2/7/2019). (SURYA.co.id/Samsul Had)

Menurutnya, penahanan terhadap Ida Fitri menjadi kebijakan penyidik.

Penyidik yang menentukan pelaku akan ditahan atau tidak setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus itu, polisi menjerat pelaku dengan pasal 45 a ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 UU ITE jo pasal 207 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun, sebenarnya secara hukum polisi kuat untuk menahan pelaku.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar menunjukkan cetakan akun Facebook Aida Konveksi yang diduga menyebar konten menghina lambang negara, Selasa (2/7/2019).
Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar menunjukkan cetakan akun Facebook Aida Konveksi yang diduga menyebar konten menghina lambang negara, Selasa (2/7/2019). (Samsul Hadi/Surya)

"Itu kebijakan penyidik, kalau memang perlu ditahan ya akan ditahan. Tapi, yang jelas yang bersangkutan akan kami periksa dulu sebagai tersangka," ujarnya.

Dikatakannya, untuk perkembangan proses penyelidikan pemilik akun yang pertama kali mengunggah konten ujaran kebencian sampai sekarang belum ada hasil.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved