Masih Menjalani Pidana, Mantan Bupati Bandung Barat Abubakar Sempat Kritis Sebelum Meninggal Dunia

Terpidana gratifikasi, eks Bupati Bandung Barat Abubakar meninggal dunia di RS Boromeus karena sakit yang dideritanya.

Masih Menjalani Pidana, Mantan Bupati Bandung Barat Abubakar Sempat Kritis Sebelum Meninggal Dunia
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Mantan Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Abubakar mendengarkan pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK pada sidang lanjutan perkara suap dana kampanye yang melibatkan pejabat di KBB, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (5/11/2018). Dalam sidang tersebut, JPU KPK menuntut Abubakar hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 400 juta. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Terpidana gratifikasi, eks Bupati Bandung Barat Abubakar meninggal dunia di RS Boromeus karena sakit yang dideritanya, Sabtu (13/7/2019) dini hari.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Abdul Aris menerangkan, Abubakar sempat kritis dan ditangani dokter RS Boromeus, Bandung.

"Sore kemarin sekitar pukul 16.00, yang bersangkutan dinyatakan kritis dan ditangani dokter rumah sakit di Boromeus," ujar Aris via ponselnya.

Jelang tengah malam, Abubakar masih dirawat intensif.

Namun pukul 00.10, Abubakar dinyatakan meninggal dunia.

Mantan Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Abubakar, mantan Kadisperindag KBB Weti Lembanawati, dan mantan Kepala Bapelitbangda KBB Adiyoto mendengarkan pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK pada sidang lanjutan perkara suap dana kampanye yang melibatkan pejabat di KBB, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (5/11/2018). Dalam sidang tersebut, JPU KPK menuntut Abubakar hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 400 juta, Weti dituntut hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 200 juta, dan Adiyoto dituntut hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Mantan Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Abubakar, mantan Kadisperindag KBB Weti Lembanawati, dan mantan Kepala Bapelitbangda KBB Adiyoto mendengarkan pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK pada sidang lanjutan perkara suap dana kampanye yang melibatkan pejabat di KBB, di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (5/11/2018). Dalam sidang tersebut, JPU KPK menuntut Abubakar hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 400 juta, Weti dituntut hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 200 juta, dan Adiyoto dituntut hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

"Pihak keluarga membawa jenazah ke rumah duka di Lembang. Petugas kami sudah mendatangi rumah duka dan mengurus administrasi sekaligus serah terima jenazah," ujar dia.

Baca: Viral Pernikahan Pelajar Baru Tamat SD di Sekayu, Pemerintah pun Turun Tangan

Terpidana 5,5 Tahun

Seperti diketahui, Abubakar divonis bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Bandung, karena melanggar Pasal 12 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 ayat 1 KUH Pidana.

"Menyatakan terdakwa Abubakar terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, menerima suap secara bersama-sama dan berlanjut. Menjatuhkan pidana selama 5 tahun dan 6 bulan, denda Rp 200 juta, dengan ketentuan jika denda tidak dibayar, diganti kurungan 6 bulan."

Mantan Bupati Bandung Barat, Abu Bakar menjalani sidang dengan agenda vonis di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (17/12/2018). Dalam sidang tersebut, majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada Abu Bakar pidana penjara 5 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp 200 juta, setelah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi menerima suap. Abubakar pun diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 485 juta. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Mantan Bupati Bandung Barat, Abu Bakar menjalani sidang dengan agenda vonis di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (17/12/2018). Dalam sidang tersebut, majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada Abu Bakar pidana penjara 5 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp 200 juta, setelah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi menerima suap. Abubakar pun diharuskan membayar uang pengganti sebesar Rp 485 juta. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved