Pensiunan PNS di Magelang Tipu Warga Ratusan Juta untuk Nyaleg, Ditangkap Polisi di Rumah Istri Siri

Aparat Polres Magelang meringkus seorang pelaku penipuan yang mengiming-imingi korbannya bisa jadi PNS dengan syarat sejumlah uang.

Pensiunan PNS di Magelang Tipu Warga Ratusan Juta untuk Nyaleg, Ditangkap Polisi di Rumah Istri Siri
(KOMPAS.com/IKA FITRIANA)
Gelar perkara di mapolres Magelang menghadirkan tersangka, Abudhari Tri Putro (64), yang diduga menipu dengan modus menjanjikan korbannya bisa masuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di berbagai intansi di Provinsi Jawa Tengah dengan syarat menyerahkan sejumlah uang jutaan rupiah, Selasa (16/7/2019). (KOMPAS.com/IKA FITRIANA) 

TRIBUNNEWS.COM, MAGELANG - Aparat Polres Magelang meringkus seorang pria bernama Abudhari Tri Putro (64), warga Dusun Krapyak, Desa Paremono, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Abudhari ditangkap karena telah melakukan penipuan.

Modus tersangka dalam menjalankan aksinya dengan menjanjikan korbannya masuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di berbagai intansi di Provinsi Jawa Tengah dengan syarat menyerahkan sejumlah uang.

Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, tersangka merupakan pensiunan PNS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang dengan jabatan terakhir sekretaris kecamatan (sekcam).

Baca: Setnov Dipulangkan ke Lapas Sukamiskin, KPK Bicara Pemindahan Napi Korupsi ke Nusakambangan

Baca: Pembunuhan Wanita di Singkawang Dipicu Masalah Asmara, Pelaku Cerita Kronologi Kejadian

Baca: Semen Padang vs Bhayangkara FC: Semen Padang Berbahaya kata Awan Setho

Baca: Mahfud MD Ikut Komentari Perseteruan Menkumham dan Wali Kota Tangerang

Kasus terungkap ketika seorang korban, Supriyono, warga Cilacap Utara, melaporkan perbuatan tersangka ke Polsek Salaman, Kabupaten Magelang, Januari 2019.

Korban merasa tertipu karena dijanjikan tersangka bisa masuk PNS.

Namun, tidak kunjung terwujud.

Padahal korban sudah menyetor uang hingga Rp 165 juta kepada tersangka.

"Korban dan tersangka bertemu 30 Juni 2012, korban menyerahkan berkas penerimaan persyaratan CPNS dan bukti transferan Rp 85 juta kepada tersangka. Kemudian tanggal 29 September 2012 korban transfer lagi Rp 80 juta. Tapi sampai 2019 janjinya tidak terealisasi sehingga korban melaporkannya," ujar Yudi, dalam konferensi pers di Mapolres Magelang, Selasa (16/7/2019).

Polisi melakukan penyidikan hingga akhirnya meringkus tersangka di rumah istri sirinya di kawasan Bantul pada 11 Juni.

Hasil pemeriksaan, tersangka telah melakukan aksi serupa kepada enam korban di wilayah Kabupaten Magelang.

Seluruh korban dijanjikan tersangka bisa masuk PNS dengan syarat menyetorkan uang dengan nominal bervariasi setiap korban, yakni berkisar Rp 65 juta-Rp 85 juta per orang.

Halaman
12
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved