Nama Wagub Jabar Disebut Dalam Persekongkolan Korupsi Proyek Cisinga, ini kata Aspidsus Kejati Jabar

Penyidik Kejati Jabar mengungkap persekongkolan jahat dalam proses tender proyek pembangunan jalan dan jembatan Ciawi-Singaparna

Nama Wagub Jabar Disebut Dalam Persekongkolan Korupsi Proyek Cisinga, ini kata Aspidsus Kejati Jabar
Tribun Jabar/ Isep Heri Herdiansah
Uu Ruzhanul Ulum 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG-Penyidik Kejati Jabar mengungkap persekongkolan jahat dalam proses tender proyek pembangunan jalan dan jembatan Ciawi-Singaparna (Cisinga).

Persekongkolan jahat itu mengakibatkan negara merugi Rp 4 miliar. Proyek itu dibiaya APBD Tasikmalaya 2017 Rp 25 miliar. Lima orang ditetapkan tersangka. Kelimanya sudah ditahan di Rutan Bandung dan Lapas Sukamiskin.

"Secara pokok, dalam pembangunan jembatan, ada suatu permainan, persekongkolan. Begini, jadi yang mengerjakan itu bukan perusahaan pemenang tender, tapi pihak lain. Pemenang ‎tender ini hanya dipakai supaya memenuhi spesifikasi lelang," ujar Aspidsus Kejati Jabar, Anwarudin di kantornya, Jalan LLRE Martadinata Bandung, Selasa (16/7).

Baca: Demi Harry Maguire, Manchester United Harus Korbankan Seorang Bek

Baca: Prewedding Bertema India, Mantan Istri Tommy Kurniawan, Tania Nadira Disebut Mirip Kareena Kapoor

Baca: Kakak Sepupu: Dulu Rey Utami Sodok yang Sopan dan Tak Sombong

Ia mengatakan, proyek itu harus ditenderkan. Namun, proses tender itu diwarnai persekongkolan.

"Ini sudah diatur, si A pemenang tender mengerjakan pekerjaannya ke si B. Dari si B, diserahkan ke C. Nah, yang merancang persekongkolan ini si tersangka Ba, pada 2017 sebagai kepala dinas PUPR," ujar Anwarudin.

Baca: Demi Harry Maguire, Manchester United Harus Korbankan Seorang Bek

Baca: Prewedding Bertema India, Mantan Istri Tommy Kurniawan, Tania Nadira Disebut Mirip Kareena Kapoor

Baca: Kakak Sepupu: Dulu Rey Utami Sodok yang Sopan dan Tak Sombong

‎Pada tahap penyelidikan, penyidik Kejati Jabar sempat menggeledah dua perusahaan pemenang tender. Kedua perusahaan itu menurut situs LPSE Pemkab Tasikmalaya menggunakan alamat yang sama.

"Dua perusahaan itu dimiliki oleh satu orang," ujarnya. Pemiliknya sudah ditetapkan tersangka, yakni dari unsur swasta.

Dengan persekongkolan pada tender itu, berimbas pada kualitas jalan yang dibangun.

"Hasil pemeriksaan ahli, kualitas jalan tidak sesuai spesifikasi yang diinginkan, dampaknya jalan gampang rusak," ujarnya.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved