HMI Sumut Nilai Gubsu Hanya Cari Sensasi

HMI Sumut menilai pernyataan seperti itu tidak seharusnya dikeluarkan pimpinan pemerintahan.

HMI Sumut Nilai Gubsu Hanya Cari Sensasi
Ist for tribunnews.com
Ketua Umum Badko HMI Sumut M. Alwi Hasbi Silalahi. 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumatera Utara menyesalkan pernyataan Gubernur Sumatera Utara yang mengeluh diancam oleh tentara selepas dirinya pensiun.

Menurut Ketua Umum Badko HMI Sumut M.

Alwi Hasbi Silalahi hal ini tidak seharusnya dikeluarkan oleh seorang pemimpin pemerintahan.

Hasbi saat ditemui di Gedung Insan Cita Medan menilai pernyataan Gubernur itu justru turut memberikan efek negatif kepada masyarakat.

"Tidak pantas Gubsu mengeluh seperti itu kepada publik. Jangan banyak buat sensasi. Beliau itu kan Gubernur apalagi seorang purnawirawan Jendral TNI. Tentu akan timbul perspektif bahwa dalam kapasitas begitu saja Pak Edy mendapatkan ancaman, apalagi masyarakat biasa yang lebih mungkin mendapatkan hal yang sama. Inikan membentuk kekhawatiran masyarakat, harusnya masyarakat bila mendapatkan ancaman mengeluh kepada Gubernur, dengan kondisi begini ke siapa lagi masyarakat mengeluh," jelas Hasbi dalam keterangannya, Selasa(23/7/2019).

Selanjutnya Hasbi mengingatkan agar Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi lebih menjaga setiap perkataan yang dilontarkannya.

Mantan Pangkostrad itu menurut Hasbi acapkali menjadi kontroversi karena kata-kata yang dilontarkannya.

"Pak Edy kurang bisa menjaga perkataannya, sering jadi kontroversi karena yang disampaikannya terkadang nyeleneh," lanjut Hasbi.

Diakhir pembicaraan Hasbi menekankan agar Gubernur mengedepankan ide dalam setiap pembicaraan di depan publik.

Jika masih berbicara dengan hal yang menjadi kontroversi, menurut Hasbi lebih baik Gubernur memperbanyak diam.

"Kalau mau berbicara ke publik itu ya bahas ide, prospek pembangunan Sumatera Utara dan hal berguna lainnya. Kalau memang tidak bisa. Khan lebih baik banyak banyak diam. Kondisi Sumatera Utara saat ini kan seperti tidak terurus, pembangun tidak terlihat. Serapan APBD pun hanya 30 %," tandasnya. 

Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved