Burung Gagak Beterbangan Sebelum Samsuddin dan Dua Cucunya Tewas, Tetangga Kaitkan Dengan Hal Mistis

Peristiwa meninggalnya kakek Samsuddin Daeng Labbang (65) di Kabupaten Gowa, dikait-kaitkan dengan hal mistis sehari sebelumnya.

Burung Gagak Beterbangan Sebelum Samsuddin dan Dua Cucunya Tewas, Tetangga Kaitkan Dengan Hal Mistis
Istimewa
Korban tenggelam di Sungai Kalongkong di Desa Dusun Pare' Balang, Desa Mandalle, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Dua hari lalu, Dg Labbang bersama dua cucunya, Radit (10) dan Akbar (8), tewas tenggelam saat mencari ikan di sungai tak jauh dari rumahnya, Minggu (21/7/2019). 

Ramlah menceritakan, saat turun ke sungai, Dg Labbang menggendong Farhan di pundaknya, memegang Akbar pakai tangan kanan dan Radit di tangan kiri.

Saat berjalan menuruni sungai, Dg Labbang dan ketiga cucunya diduga kehilangan keseimbangan lalu terpeleset kemudian tercebur.

Kondisi Sungai Kalongkong, memang ada yang dalam dan diduga, Dg Labbang maupun ketiga cucunya tak bisa berenang.

Untunglah, Farhan yang berada di pundak kakeknya masih sempat melompat ke tepi dan memegang rumput lalu diselamatkan warga yang melihatnya.

Ramlah mengatakan, mereka menerima dengan ikhlas kejadian ini dan menganggapnya sebagai sebuah musibah.

Dg Labbang dan kedua cucunya telah dimakamkan di Pekuburan Pare' Balang, sekitar 200 meter dari kediamannya, Senin (22/7/2019) lalu.

Menurut Ramlah, sehari-hari, ayahnya bekerja sebagai pengrajin batu bata.

Kepada Tribun, Ramlah menuturkan kalau ayahnya Dg Labbang sudah 16 tahun menduda dan memiliki tiga anak.

Ketiga anaknya adalah Ramlah (33), Ramli (30), dan Ira (27). Dg Labbang memiliki 6 cucu, termasuk Radit dan Akbar yang turut menjadi korban tenggelam.

Mitos Tentang Gagak

Halaman
1234
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved