Jumat, 5 Juni 2026

Gempa Hari Ini

Gempa Hari Ini - Setelah Bali, Gempa 2,4 SR Guncang Bandar Lampung, Pusat Gempa di Darat

Gempa kembali mengguncang wilayah Indonesia, Rabu (24/7/2019). Pada Rabu siang, gempa berkekuatan 2,4 SR mengguncang Bandar Lampung.

Tayang:
Penulis: Daryono
Editor: Sri Juliati
bangladeshchronicle.net
Ilustrasi gempa. Gempa kembali mengguncang wilayah Indonesia, Rabu (24/7/2019). Pada Rabu siang, gempa berkekuatan 2,4 SR mengguncang Bandar Lampung. 

TRIBUNNEWS.COM - Gempa kembali mengguncang wilayah Indonesia, Rabu (24/7/2019).

Pada Rabu siang, gempa berkekuatan 2,4 SR mengguncang Bandar Lampung.

Dikutip dari akun twitter @infoBMK, pusat gempa berada di darat 7 km barat laut Bandar Lampung dengan kedalaman 5 km.

Gempa ini dirasakan di Kemiling dan Bandar Lampung dengan skala II MMI.

"#Gempa Mag:2.4, 24/07/2019 13:29:22 (Pusat gempa didarat 7Km BaratLaut Bandar Lampung), Kedlmn:5 Km Dirasakan (MMI) II kemiling,Bandar Lampung, #BMKG," tulis @infoBMKG. 

Sebelumnya, wilayah Bali juga diguncang gempa pada Rabu pagi. 

Gempa 4,9 SR mengguncang pada pukul 09.29.13 WITA.

Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan 4,9 SR, dimutakhirkan menjadi 4,6 SR.

Baca: Update Dampak Gempa Bali di Banyuwangi-Jember, Berikut Info dari BPBD Jatim dan Polres Setempat

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.98 Lintas Selatan (LS) dan 114,17 Bujur Timu (BT).

Atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 84 kilometer barat daya Jembrana, pada kedalaman 71 kilometer.

Beberapa petugas dan WBP di Lapas Klas IIA Denpasar, Kerobokan, Badung, Bali turut merasakan adanya guncangan gempa.

"Iya memang gempa. Ada 5 detikan," ujar salah satu WBP.

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di di Kuta IV MMI, Denpasar III MMI, Banyuwangi III MMI, Jember III MMI, Gianyar II MMI, Tabanan II MMI, Lombok Utara II MMI.

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,"

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah," ujar Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar, M. Taufik Gunawan, dalam rilis tertulis.

Skala Gempa

Berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity), beginilah gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa, dikutip dari situs BMKG:

I MMI

Getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

III MMI

Getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

Baca: Pelecehan seksual yang dialami anak penyintas gempa dan tsunami Palu: Percobaan perkosaan sampai pengintipan di kamar mandi

IV MMI

Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik.

Sementara pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat.

Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak,rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali.

XII MMI

Hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan menjadi gelap.

Benda-benda terlempar ke udara.

(Tribunnews.com/Daryono)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved