Mau Suap Polisi Rp 1,7 Miliar Gagal, Kekayaan Bandar Narkoba Ini Malah Terkorek dan Disita

Kronologi Bandar Narkoba Hendak Suap Polisi Rp 1,7 Miliar, Gagal Meski Sudah Berikan Rp 100 Juta

Mau Suap Polisi Rp 1,7 Miliar Gagal, Kekayaan Bandar Narkoba Ini Malah Terkorek dan Disita
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Polda Sumatera Selatan berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba yang dikendalikan seorang bandar besar dari Lapas Mata Merah Palembang.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan bandar narkoba bernama Danil Saputra alias Jamaluddin dan seorang pegawai lapas bernama Suhardiman.

Tak hanya mengamankan dua tersangka, dalam kasus ini Polda Sumatera Selatan juga menyita aset milik Danil senilai Rp 8,4 miliar hasil dari tindak pidana pencucian uang.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Firli mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah polisi menangkap Suhardiman yang merupakan oknum pegawai lapas pada 2 Agustus 2018 lalu.

Suhardiman ditangkap lantaran kedapatan membawa barang bukti berupa 580 gram sabu, 300 butir ekstasi dan uang Rp 120 juta.

Setelah Nunung dan Jefri Nichol, Penyanyi Dangdut Ini Ditangkap Polisi, Diduga Jadi Bandar Narkoba

"Dari tertangkapnya satu tersangka tersebut langsung dikembangkan dan ternyata itu merupakan barang milik napi yang masih di dalam lapas," kata Firli saat menggelar konferensi pers, Rabu (24/7/2019).

Firli menerangkan, Suhardiman saat ditangkap sempat berusaha menyuap penyidik dengan menjanjikan uang Rp 1,7 miliar.

Ketika itu, Suhardiman memberikan uang Rp 100 juta kepada petugas dan sisanya akan dibayar Rp 1,6 miliar jika kasusnya batal disidik petugas.

Dari sana, pengembangan kembali dilakukan.

Penyidik akhirnya menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Kuangan (PPATK) untuk menyelidiki kekayaan Danil yang merupakan hasil penjualan narkoba.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved