Berkaca Insiden KM Sinar Bangun, Menhub: Utamakan Keselamatan di Danau Toba

Syahbandar harus memiliki kompetensi dan mempunyai wibawa. Sehingga, dapat menjadi contoh paling tidak mengelola Pelabuhan Tigaras

Berkaca Insiden KM Sinar Bangun, Menhub: Utamakan Keselamatan di Danau Toba
Tribunnews.com/ Glery Lazuardi
Menhub Budi Karya Sumadi di Pelabuhan Muara, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Minggu (28/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengimbau pengguna jasa angkutan sungai, danau dan penyeberangan di Danau Toba supaya mengutamakan keselamatan.

Pernyataan itu disampaikan pada saat Budi Karya Sumadi meninjau Pelabuhan Tigaras, Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara pada Senin (29/7/2019) pagi.

"Pesan saya sekali lagi berkaitan dengan keselamatan," kata Budi Karya.

Dia meminta pengguna jasa angkutan sungai danau penyeberangan agar berkaca dari insiden tenggelamnya kapal penumpang KM Sinar Bangun, pada Senin (18/6/2018), sekitar satu mil dari Pelabuhan Tigaras. Insiden tersebut mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa.

Untuk mengantisipasi peristiwa serupa kembali terjadi, pihaknya melakukan pembenahan di dermaga itu dan sejumlah pelabuhan lainnya yang berada di sekitar kawasan Danau Toba.

"Pertamakali berkaitan dengan rekruitmen, rekruitmen awak di Syahbandar ini harus teliti, tanpa bermaksud membeda-bedakan orang. Mereka ini memang mesti punya kompetensi yang pertamakali," kata dia.

Setelah mempunyai Syahbandar, kata dia, kepala pelabuhan itu harus menciptakan organisasi untuk mengelola pelabuhan. Dia menegaskan, Syahbandar harus memastikan kapal-kapal yang beroperasi mengikuti kaidah-kaidah keamanan.

"Berikutnya mendidik orang-orang yang ada di kapal itu. Baik dilakukan pemerintah pusat atau Syahbandar. Kalau naik kapal harus pakai life jaket, kalau mau jalan ini harus isi manifest dan jumlahnya ditentukan. Ini kan pengetahuan basic yang memang sudah seharusnya mereka tahu," kata dia.

Untuk itu, dia menegaskan, Syahbandar  harus memiliki kompetensi dan mempunyai wibawa. Sehingga, dapat menjadi contoh paling tidak mengelola Pelabuhan Tigaras.

"Sekarang ini Syahbandar masih dari pusat, dari Kemenhub. Kami akan mendidik putra daerah yang dari pemda yang kita angkat sebagai Syahbandar," ujarnya.

Selain mempunyai kepala pelabuhan yang handal, dia menambahkan, penumpang juga harus menerima pembekalan agar mengetahui tata cara berada di kapal.

"Saya mendengar beberapa mereka sudah taat enggak mau kalau ramai-ramai dan mereka juga enggak mau naik kalau pas angin kencang," katanya.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved